KM Putri Sakinah tenggelam di Labuan Bajo, Operasi SAR ditutup, satu WNA belum ditemukan, dua orang ditetapkan tersangka.
Insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo menyisakan duka dan tanda tanya. Meski operasi pencarian resmi dihentikan, satu warga negara asing masih belum ditemukan.
Sementara aparat penegak hukum menetapkan dua orang sebagai tersangka. Bagaimana kronologi kejadian dan perkembangan terbaru kasus ini? Simak ulasan lengkapnya di Nusa Tenggara Indonesia.
Operasi SAR KM Putri Sakinah Resmi Dihentikan
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi mengakhiri operasi pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Keputusan tersebut diambil setelah upaya pencarian berlangsung selama 15 hari dan dinilai telah dilakukan secara maksimal sesuai standar operasional prosedur.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa seluruh tahapan pencarian telah dilaksanakan dengan mengerahkan personel serta peralatan yang memadai. Hingga batas waktu yang ditentukan, satu korban warga negara Spanyol belum berhasil ditemukan, sehingga operasi SAR dinyatakan selesai dan dilanjutkan ke tahap pemantauan.
Penutupan operasi dilakukan pada Jumat siang setelah evaluasi menyeluruh terhadap hasil pencarian di laut maupun wilayah pesisir sekitar lokasi kejadian.
Korban WNA Dan Perjalanan Panjang Pencarian
Korban yang masih dinyatakan hilang merupakan anak dari Martin Carreras Fernando, pelatih tim sepak bola putri Valencia CF. Ia menjadi satu-satunya korban yang belum ditemukan dari total empat penumpang warga negara Spanyol yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam insiden tersebut.
KM Putri Sakinah diketahui tenggelam pada 26 Desember 2025 di sekitar Pulau Padar dengan membawa 11 orang penumpang. Sejak hari pertama kejadian, tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif dan sempat memperpanjang masa operasi hingga tiga kali demi menemukan seluruh korban.
Selama proses tersebut, tiga korban berhasil dievakuasi dan diidentifikasi, sementara satu korban lainnya belum ditemukan hingga hari ke-15 pencarian.
Baca Juga: Kabar Duka dari Nduga, Prajurit TNI Asal NTT Gugur Ditembak KKB
Tantangan Medan Dan Penghormatan Terakhir
Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan menghadapi tantangan berat berupa arus laut yang kuat, cuaca yang berubah-ubah, serta medan pencarian yang luas dan kompleks. Sebanyak 168 personel dari berbagai instansi dilibatkan, termasuk Basarnas, TNI-Polri, BPBD, KSOP, Balai Taman Nasional Komodo, hingga komunitas penyelam profesional.
Sebanyak 18 alat utama dikerahkan, mulai dari kapal SAR, drone thermal, hingga penyisiran bawah laut di sejumlah titik strategis seperti Pulau Serai, Pulau Rinca, Pulau Padar, dan wilayah selatan Pulau Komodo.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, tim SAR gabungan menggelar prosesi tabur bunga di Selat Padar. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan kepada korban yang belum ditemukan sekaligus penanda berakhirnya operasi pencarian aktif.
Dua Tersangka Ditetapkan Dalam Kasus Kecelakaan Laut
Di sisi lain, kepolisian menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus tenggelamnya KM Putri Sakinah. Keduanya adalah nahkoda kapal berinisial L dan seorang anak buah kapal bagian mesin berinisial M.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menyatakan penetapan tersangka dilakukan setelah gelar perkara dan pemeriksaan mendalam terhadap saksi, ahli, serta barang bukti. Penyidik menilai terdapat unsur kelalaian dalam pengoperasian kapal yang berujung pada kecelakaan laut dan menelan korban jiwa.
Kedua tersangka dijerat dengan pasal pidana terkait kelalaian yang menyebabkan kematian orang lain. Polda NTT memastikan proses hukum berjalan profesional dan transparan mengingat kasus ini menjadi perhatian serius publik, terutama karena Labuan Bajo merupakan destinasi wisata unggulan nasional dan internasional.
Luangkan waktu anda untuk membaca informasi terbaru dan terviral lainya hanya ada di Nusa Tenggara Indonesia.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari independenmedia.id

