Posted in

Cek Lengkap! Daftar Harga BBM Pertamina di NTT Januari 2026

Cek Lengkap! Daftar Harga BBM Pertamina di NTT Januari 2026
Cek Lengkap! Daftar Harga BBM Pertamina di NTT Januari 2026
Bagikan

Memasuki awal tahun 2026, harga bahan bakar minyak di wilayah Nusa Tenggara Timur mengalami sejumlah penyesuaian yang penting diketahui oleh masyarakat luas.

Cek Lengkap! Daftar Harga BBM Pertamina di NTT Januari 2026

Berdasarkan pengumuman terbaru dari PT Pertamina (Persero) dan pantauan harga BBM beberapa sumber, ada perubahan signifikan pada harga non-subsidi dibandingkan akhir 2025.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Nusa Tenggara di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Nusa Tenggara Indonesia.

Harga BBM Subsidi: Stabil dan Terjangkau

Untuk BBM subsidi, Pertamina memastikan harga tetap tidak berubah sejak awal tahun ini. Pertalite dipatok pada kisaran Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi berada di angka Rp6.800 per liter. Harga ini sama seperti periode sebelumnya karena mengikuti ketentuan pemerintah.

Stabilnya harga BBM subsidi diharapkan membantu masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha kecil di NTT. Kedua jenis bahan bakar ini banyak digunakan oleh kendaraan roda dua dan kendaraan niaga ringan, sehingga kestabilan harga menjadi faktor penting dalam kegiatan ekonomi lokal.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukannya. Ini karena BBM bersubsidi memiliki kuota dan ketentuan penggunaannya, terutama untuk sektor transportasi umum dan masyarakat kurang mampu.

Daftar Harga BBM Non-Subsidi di NTT Januari 2026

Untuk BBM non-subsidi, Pertamina menurunkan harga beberapa produk pada awal Januari 2026 dibandingkan periode sebelumnya. Meski belum tersedia daftar regional spesifik untuk NTT, tren nasional menunjukkan penurunan harga BBM non subsidi seperti berikut:

Pertamax RON92sekitarRp12,350 per liter, Pertamax Green RON95sekitar Rp13,150 per liter, Pertamax Turbo RON98sekitar Rp13,400 per liter, Dexlite sekitar Rp13.500 per liter, Pertamina Dex sekitar Rp13.600 per liter.

Harga tersebut merupakan patokan rata-rata nasional dan kemungkinan berlaku di sebagian besar wilayah, termasuk NTT. Penurunan ini merupakan bagian dari kebijakan Pertamina untuk menekan harga BBM non-subsidi di tengah fluktuasi harga minyak global.

Penyesuaian harga ini juga memberikan pilihan bagi konsumen yang ingin menggunakan BBM berkualitas lebih tinggi untuk kendaraan mereka dengan harga yang sedikit lebih kompetitif dibandingkan akhir tahun lalu.

Baca Juga: Anggota TNI Di NTT Aniaya Dan Hamili Kader PAN, Belum Diproses Hukum

Faktor yang Mempengaruhi Harga BBM

Cek Lengkap! Daftar Harga BBM Pertamina di NTT Januari 2026

Penentuan harga BBM di Indonesia, termasuk NTT, dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Pertama, faktor harga minyak dunia yang berfluktuasi setiap harinya. Ketika harga minyak mentah global turun, biasanya harga BBM non-subsidi dapat mengalami penurunan pula. Sebaliknya, jika harga minyak dunia naik, tekanan pada harga BBM di dalam negeri juga meningkat.

Kedua, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut menentukan harga BBM. Karena BBM diimpor dan diperdagangkan dalam dolar, pelemahan atau penguatan rupiah berdampak langsung pada harga jual BBM di SPBU.

Ketiga, kebijakan pemerintah dan Pertamina terkait regulasi harga serta subsidi ikut mengatur tingkat harga BBM, terutama untuk jenis yang diberi subsidi seperti Pertalite dan Solar. Pemerintah biasanya menetapkan batas harga guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Dampak Pada Masyarakat dan Tips Hemat BBM

Penurunan harga BBM non-subsidi memberikan angin segar bagi konsumen, khususnya pemilik kendaraan pribadi dan pelaku usaha transportasi di NTT. Dengan harga lebih kompetitif, biaya operasional kendaraan bisa sedikit berkurang, yang membantu menjaga stabilitas pengeluaran keluarga maupun bisnis.

Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk mengelola penggunaan BBM dengan bijak. Tips sederhana seperti merencanakan rute perjalanan lebih efisien, menjaga kondisi kendaraan, dan menghindari akselerasi berlebih bisa membantu mengurangi konsumsi BBM.

Selain itu, pengguna BBM subsidi diimbau mematuhi aturan yang berlaku, agar subsidi tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan. Penggunaan BBM non-subsidi secara efisien juga bisa membantu memperpanjang usia mesin kendaraan serta meningkatkan performa.

Jangan lewatkan update berita seputaran  serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari kompas.com
  • Gambar Kedua dari kompas.com