Rencana pembentukan 50 Koperasi Merah Putih di Mataram terganjal masalah klasik ketiadaan lahan, mengancam target penyelesaian proyek.
Rencana pembentukan 50 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Mataram, NTB, untuk memperkuat ekonomi masyarakat, kini menghadapi kendala tak terduga. Alih-alih masalah anggaran atau SDM, proyek ini tersandung masalah klasik, ketiadaan lahan, mengancam target penyelesaian dan menimbulkan pertanyaan soal koordinasi perencanaan.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Nusa Tenggara di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Nusa Tenggara Indonesia.
Kendala Lahan Menghambat Visi Ekonomi
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Mataram, Jimmy Nelwan, mengungkap hambatan utama pembentukan Kopdes Merah Putih. Dari 50 unit yang direncanakan, baru satu yang berhasil mengamankan lahan, sementara 49 lainnya masih belum,” kata Jimmy, Senin (15/12/2025).
Keterbatasan lahan ini bukan hanya menghambat progres fisik pembangunan, tetapi juga menunda potensi manfaat ekonomi yang seharusnya segera dirasakan masyarakat. Setiap Kopdes dirancang untuk menjadi pusat kegiatan ekonomi desa, sehingga penundaan ini berarti penundaan pertumbuhan ekonomi lokal.
Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram telah mengemban tugas krusial untuk menyediakan lahan. Sementara itu, pembangunan fisik gerai Kopdes Merah Putih akan menjadi tanggung jawab Tentara Nasional Indonesia (TNI), menunjukkan adanya kolaborasi antarlembaga. Namun, kolaborasi ini belum berjalan mulus karena hambatan mendasar di awal.
Progres Satu-Satunya Dan Target Mepet
Satu-satunya Kopdes yang telah memiliki lahan berlokasi di Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan. Lahan ini merupakan aset milik Pemerintah Kota Mataram, menunjukkan adanya aset yang bisa dimanfaatkan jika perencanaan dilakukan lebih matang. Lokasi ini diharapkan menjadi percontohan bagi Kopdes lainnya.
Jika tidak ada aral melintang, pembangunan Kopdes di Ampenan Utara ini ditargetkan selesai pada Januari 2026. “Itu lahan Kota Mataram. Targetnya (selesai pembangunannya) kalau tidak salah Januari 2026,” ujar Jimmy. Ini adalah target yang sangat mepet mengingat kendala lahan untuk 49 unit lainnya.
Penyelesaian yang tepat waktu untuk satu Kopdes ini menjadi sangat penting untuk menunjukkan komitmen proyek. Namun, keberhasilan satu unit tidak akan berarti banyak jika mayoritas proyek masih terhenti karena masalah lahan, sehingga diperlukan percepatan solusi untuk lokasi lainnya.
Baca Juga: Hampir 5 Bulan, Flores Timur Siaga Darurat Cuaca Ekstrem
Konsep Gerai Multifungsi Dan Kemitraan Strategis
Menurut Jimmy, Kopdes Merah Putih akan dibangun dalam bentuk gerai multifungsi yang terdiri dari kantor dan gudang. Gudang ini akan dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai barang sembilan bahan pokok (sembako), yang akan membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat desa.
Lebih dari itu, Kopdes Merah Putih di Mataram direncanakan menjalin kerja sama strategis dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Kemitraan ini akan memastikan ketersediaan pasokan sembako yang stabil dan harga yang terjangkau bagi anggota koperasi dan masyarakat luas.
Selain Bulog, kerja sama juga akan dilakukan dengan pihak farmasi, mengindikasikan bahwa Kopdes ini akan memiliki peran yang lebih luas dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat. “Nanti dia mengatasi roda perekonomian (juga),” ucap Jimmy, menunjukkan visi Kopdes sebagai penggerak ekonomi lokal.
Urgensi Solusi Lahan Untuk Ekonomi Rakyat
Krisis lahan ini menggarisbawahi pentingnya perencanaan yang matang dan koordinasi yang efektif antara Pemkot Mataram dan instansi terkait. Tanpa lahan yang memadai, visi pemberdayaan ekonomi melalui Kopdes Merah Putih akan sulit terwujud, sehingga potensi ekonomi masyarakat tidak dapat dioptimalkan.
Pemerintah daerah perlu segera mengidentifikasi dan mengamankan lahan yang dibutuhkan untuk 49 Kopdes sisanya. Baik melalui aset pemerintah yang belum termanfaatkan atau skema lain yang memungkinkan. Percepatan ini krusial agar proyek dapat kembali ke jalur semula dan target tercapai.
Solusi cepat atas masalah lahan ini tidak hanya akan memperlancar pembangunan Kopdes, tetapi juga mengirimkan sinyal positif kepada masyarakat mengenai komitmen pemerintah. Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi tulang punggung ekonomi desa, dan kendala awal ini harus segera diatasi demi kesejahteraan masyarakat Mataram.
Jangan lewatkan update berita seputaran Nusa Tenggara Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari klampok.id
- Gambar Kedua dari ugm.ac.id

