Posted in

Heboh! Puluhan Siswa Di Lombok Keracunan Usai Minum Susu Program MBG

Heboh! Puluhan Siswa Di Lombok Keracunan Usai Minum Susu Program MBG
Heboh! Puluhan Siswa Di Lombok Keracunan Usai Minum Susu Program MBG
Bagikan

Puluhan siswa di Lombok mengalami muntah-muntah usai minum susu program MBG, Dugaan keracunan pun mencuat dan jadi sorotan publik.

Heboh! Puluhan Siswa Di Lombok Keracunan Usai Minum Susu Program MBG

Insiden di mengejutkan terjadi di Lombok setelah puluhan siswa dilaporkan mengalami muntah-muntah usai mengonsumsi susu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik karena menyangkut keamanan pangan anak sekolah.

Aparat dan pihak terkait kini tengah menelusuri penyebab kejadian tersebut, sementara para siswa yang terdampak mendapatkan penanganan medis.

Puluhan Siswa Di Lombok Tengah Keracunan Usai Konsumsi Susu MBG

Insiden dugaan keracunan makanan terjadi di Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Puluhan siswa dari SDN 1 Darmaji dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatusholihin dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi susu yang dibagikan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu pagi, sekitar pukul 09.00 Wita. Para siswa mendadak mengalami mual, muntah, pusing, hingga diare tak lama setelah meminum susu yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kondisi ini membuat pihak sekolah dan warga sekitar panik sehingga sejumlah siswa langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Puluhan Siswa Dirawat, Diduga Akibat Susu Kedaluwarsa

Kepala Desa Darmaji, Suhaidi, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebutkan sedikitnya 38 siswa dari dua sekolah terdampak dan harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Muncan serta Puskesmas Pengadang.

Menurut Suhaidi, berdasarkan keterangan yang diterima dari pihak sekolah dan hasil pengamatan sementara, dugaan kuat keracunan berasal dari susu yang dikonsumsi siswa. Ia mengungkapkan bahwa susu tersebut diduga telah melewati masa kedaluwarsa.

Dari informasi yang kami terima, setelah minum susu anak-anak langsung mengeluh mual dan muntah. Bahkan ada yang sampai harus diinfus. Dari kemasan yang terlihat, masa kedaluwarsanya sudah lewat, ungkap Suhaidi.

Baca Juga: Bupati Ende Ajukan Bantuan Pusat Untuk Bangun Jembatan Vital di Wewaria

Desakan Evaluasi SPPG Dan Pemeriksaan Laboratorium 

Ia juga menyoroti peran SPPG yang seharusnya memastikan seluruh makanan dan minuman yang dibagikan memenuhi standar kesehatan. Menurutnya, keberadaan tenaga gizi dalam program MBG semestinya mampu mencegah kesalahan fatal semacam ini.

Ini menyangkut nyawa dan kesehatan anak-anak. Harus ada evaluasi menyeluruh, termasuk bagaimana pengawasan distribusi dan penyimpanan makanan dilakukan, tegasnya.

Polisi Lakukan Penyelidikan, Kasus Masih Didalami

Sementara itu, Kepolisian Resor Lombok Tengah turut turun tangan menyelidiki kasus dugaan keracunan massal tersebut. Kepala Seksi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, membenarkan adanya laporan keracunan puluhan siswa.

Ia mengatakan pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak, termasuk pengelola SPPG, sekolah, dan tenaga kesehatan yang menangani korban. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini.

Semua kemungkinan masih kami dalami, ujar Lalu Brata. Hingga kini, kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan medis. Namun, kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat dan diharapkan menjadi bahan evaluasi agar program Makan Bergizi Gratis benar-benar aman dan sesuai standar kesehatan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari tempo.co