Gunung Lewotobi kembali meluncurkan banjir lahar seiring meningkatnya aktivitas vulkanik, Warga diminta waspada dan patuhi imbauan petugas.
Aktivitas Gunung Lewotobi kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Banjir lahar kembali meluncur dari lereng gunung, memicu kewaspadaan warga dan aparat. Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa aktivitas vulkanik masih tinggi dan berpotensi menimbulkan dampak lanjutan bagi wilayah Nusa Tenggara Indonesia.
Pemerintah dan petugas pemantau gunung api pun terus meningkatkan pengawasan demi memastikan keselamatan masyarakat.
Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Luncurkan Banjir Lahar
Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan peningkatan. Pada Minggu (18/1/2026), gunung api tersebut memuntahkan banjir lahar yang terpantau melalui alat pemantauan seismik milik Pos Pengamat Gunung Api (PGA).
Peristiwa ini menambah kewaspadaan warga yang bermukim di sekitar kawasan rawan bencana. Kepala Pos PGA Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro, menyampaikan bahwa sinyal getaran banjir terekam jelas oleh seismograf pada pukul 12.13 WITA.
Getaran tersebut mengindikasikan adanya aliran material vulkanik bercampur air yang bergerak dari puncak gunung menuju daerah yang lebih rendah. Fenomena ini menjadi peringatan penting bahwa aktivitas gunung belum sepenuhnya mereda dan masih berpotensi menimbulkan dampak lanjutan bagi masyarakat sekitar.
Hujan Deras Jadi Pemicu Utama Lahar
Berdasarkan hasil pengamatan, banjir lahar dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan puncak Gunung Lewotobi Laki-laki dan sekitarnya. Curah hujan yang tinggi menyebabkan material vulkanik yang menumpuk di lereng terbawa aliran air dan membentuk lahar.
Herman mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal di sepanjang aliran sungai berhulu di gunung tersebut. Beberapa jalur yang dinilai rawan antara lain aliran dari Nobo menuju Boru, Nobo ke Nurabelen, serta dari Hewa ke Nawokote.
Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas di sekitar sungai-sungai tersebut, terutama saat hujan turun, karena potensi lahar dingin dapat terjadi secara tiba-tiba dan membahayakan keselamatan.
Baca Juga: Miris! Gadis SMP di Kupang Jadi Korban Kekerasan Seksual Dua Pria di Pantai Tedis
Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi
Selain banjir lahar, aktivitas seismik Gunung Lewotobi Laki-laki juga menunjukkan peningkatan. Dalam periode pengamatan Minggu pagi hingga siang hari, tercatat sebanyak 29 kali gempa vulkanik dalam.
Aktivitas ini menandakan adanya pergerakan magma di dalam tubuh gunung. Tak hanya itu, petugas juga mencatat tiga kali gempa tremor nonharmonik serta satu gempa tektonik lokal.
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tekanan di dalam gunung masih berlangsung dan berpotensi memicu aktivitas lanjutan. Peningkatan kegempaan ini menjadi alasan kuat bagi otoritas untuk terus memantau perkembangan gunung secara intensif dan memperbarui informasi kepada masyarakat secara berkala.
Status Siaga Dan Imbauan kepada Masyarakat
Saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius enam kilometer dari pusat erupsi.
Herman menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, masyarakat diminta mematuhi seluruh rekomendasi dari pihak berwenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan kesiapsiagaan di wilayah terdampak, termasuk kesiapan jalur evakuasi dan pemantauan intensif kondisi gunung. Dengan aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif, warga diharapkan tetap tenang namun waspada, serta mengikuti perkembangan informasi resmi demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari news.okezone.com

