Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini.
Terkait potensi hujan lebat yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 27 hingga 28 Januari 2026. Peringatan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi. BMKG menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang disertai kilat, petir, dan angin kencang. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta gangguan aktivitas masyarakat. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana. Informasi cuaca ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengambil langkah pencegahan dini.
Perkembangan cuaca di Nusa Tenggara Indonesia harus dipantau secara rutin agar setiap tindakan pencegahan dapat dilakukan tepat waktu.
Wilayah yang Berpotensi Terdampak
BMKG Kupang memetakan sejumlah wilayah di NTT yang berpotensi mengalami hujan lebat selama periode peringatan dini. Beberapa daerah pesisir, dataran rendah, hingga wilayah perbukitan diperkirakan akan terdampak kondisi cuaca tersebut.
Wilayah dengan topografi curam dan daerah aliran sungai menjadi perhatian khusus karena memiliki potensi tinggi terjadinya banjir bandang dan longsor. BMKG meminta masyarakat di wilayah tersebut untuk lebih berhati-hati dan memantau perkembangan cuaca secara berkala.
Selain itu, aktivitas transportasi darat dan laut juga berpotensi terganggu akibat cuaca buruk. Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut diminta menunda aktivitas jika kondisi cuaca tidak memungkinkan demi keselamatan bersama.
Faktor Penyebab Hujan Lebat
BMKG menjelaskan bahwa potensi hujan lebat di NTT dipicu oleh adanya peningkatan aktivitas atmosfer. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan di wilayah NTT dan sekitarnya.
Selain itu, pola angin yang mendukung terjadinya konvergensi turut berperan dalam meningkatkan intensitas curah hujan. Suhu permukaan laut yang relatif hangat juga memperkuat pembentukan awan hujan di kawasan tersebut.
BMKG menegaskan bahwa kondisi ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk selalu mengikuti informasi cuaca terbaru dari sumber resmi.
Baca Juga: Ditinggal Sejenak, Balita di Sikka Meregang Nyawa di Lubang Jamban
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
BMKG Kupang mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengambil langkah antisipatif selama periode hujan lebat. Warga diminta memastikan lingkungan sekitar tetap bersih, terutama saluran air, untuk mencegah terjadinya genangan dan banjir.
Bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor, disarankan untuk menghindari aktivitas di lereng atau tebing curam saat hujan deras berlangsung. Jika terjadi kondisi darurat, masyarakat diimbau segera melapor kepada aparat setempat.
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi cuaca yang tidak bersumber dari kanal resmi. Informasi valid dapat diakses melalui situs resmi BMKG, media sosial resmi, maupun aplikasi cuaca BMKG.
Peran Pemerintah Daerah dan Kesiapsiagaan
Pemerintah daerah di NTT diharapkan turut mengambil peran aktif dalam menyikapi peringatan dini ini. Koordinasi dengan instansi terkait seperti BPBD, aparat keamanan, dan relawan kebencanaan dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Langkah-langkah seperti pengecekan daerah rawan bencana, kesiapan tempat evakuasi, dan sosialisasi kepada masyarakat perlu dilakukan sejak dini. Dengan kesiapan yang baik, dampak buruk akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.
BMKG Kupang menegaskan bahwa peringatan dini ini bertujuan untuk melindungi keselamatan masyarakat. Dengan kerja sama antara pemerintah dan warga, diharapkan NTT dapat menghadapi potensi cuaca ekstrem pada 27–28 Januari 2026 dengan lebih siap dan aman.
Luangkan waktu anda untuk membaca informasi terbaru dan terviral lainya hanya ada di Nusa Tenggara Indonesia.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari Info Benua.com

