Tim Resmob Polres TTU menangkap PM, pelaku pemerasan menggunakan proposal palsu dan senjata tajam, yang meresahkan para pedagang.
Tim Reserse Mobile (Resmob) Polres Timor Tengah Utara (TTU) berhasil menangkap PM, diduga pelaku pemerasan dan pengancaman di Kota Kefamenanu. Modus pelaku menggunakan proposal sumbangan palsu sambil mengancam dengan senjata tajam, meresahkan pedagang. Penangkapan ini menjadi angin segar bagi keamanan dan ketertiban di TTU.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Nusa Tenggara di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Nusa Tenggara Indonesia.
Modus Kejahatan Yang Meresahkan
Aksi terduga pelaku ini diduga telah dilancarkan sejak pekan lalu, menciptakan keresahan di kalangan pedagang dan masyarakat Kabupaten TTU. Metode pemerasan yang dilakukan PM cukup licik, yakni dengan mendatangi toko-toko dan kios-kios. Hal ini membuat para korban merasa terintimidasi dan sulit menolak.
Modus operandi yang digunakan PM adalah dengan membawa selembar kertas yang berisi daftar nama sumbangan dana. Kertas tersebut seolah-olah adalah proposal sumbangan, padahal ini adalah kedok untuk melakukan pemerasan. Taktik ini menyasar rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial para pedagang.
Namun, yang membuat pedagang semakin ketakutan adalah ancaman yang menyertainya. Pelaku diduga mengancam para pedagang dengan sebilah pisau yang digenggamnya, sehingga korban merasa terpaksa untuk memberikan sejumlah uang yang diminta. Ancaman fisik ini menumbuhkan rasa takut yang mendalam pada korban.
Penangkapan Pelaku Dan Bukti Rekaman
Terduga pelaku berinisial PM itu akhirnya berhasil dibekuk oleh aparat kepolisian setempat pada Selasa, 27 Januari 2026. Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras Tim Resmob Polres TTU setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pengumpulan informasi. Kecepatan tindakan polisi patut diacungi jempol.
Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, menjelaskan bahwa pelaku diamankan oleh Tim Resmob Polres TTU. Identitas pelaku telah terkonfirmasi, dan kini ia sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Proses hukum akan segera dilanjutkan.
Aksi terduga pelaku ini terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) milik para pedagang, dan rekaman tersebut sempat viral di media sosial. Video yang tersebar luas ini memicu beragam komentar serta keresahan di kalangan masyarakat Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU. Bukti visual ini menjadi dasar kuat bagi kepolisian.
Baca Juga: BMKG Kupang Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di NTT 27–28 Januari 2026
Respons Cepat Kepolisian Dan Investigasi
AKBP Eliana Papote menegaskan bahwa kepolisian merespons cepat laporan pengaduan masyarakat terkait tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban. Respons cepat ini menunjukkan komitmen Polres TTU dalam melindungi warganya dari tindak kejahatan. Keamanan masyarakat adalah prioritas utama.
Kapolres TTU kemudian menginstruksikan Satreskrim Polres TTU untuk segera melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas terduga pelaku. Instruksi ini menunjukkan keseriusan pimpinan kepolisian dalam menangani kasus yang meresahkan. Koordinasi internal berjalan efektif.
Terduga pelaku, PM, telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Eliana memastikan bahwa pelaku akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Tidak ada toleransi bagi tindakan kejahatan, dan hukum akan ditegakkan seadil-adilnya. Proses hukum yang transparan menjadi jaminan.
Dampak Dan Komitmen Keamanan
Kejadian ini sempat menghebohkan jagat maya dan menimbulkan keresahan serius di kalangan pedagang. Para pedagang di Kota Kefamenanu merasa tidak aman dengan adanya aksi pemerasan yang disertai ancaman sajam ini. Dampak psikologis terhadap korban tidak bisa diremehkan.
Penangkapan PM diharapkan dapat mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi para pedagang serta masyarakat Kabupaten TTU. Kehadiran polisi yang cepat tanggap mengirimkan pesan jelas bahwa kejahatan tidak akan dibiarkan berkembang di wilayah tersebut. Ini adalah bentuk nyata perlindungan kepada masyarakat.
Polres TTU berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan setiap tindak kejahatan atau hal-hal mencurigakan kepada pihak berwajib. Kerjasama antara polisi dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Jangan lewatkan update berita seputaran Nusa Tenggara Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari kupang.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari jawapos.com

