Aksi demo mahasiswa di Malaka memanas, ban sempat dibakar, namun 150 polisi cepat mengamankan situasi dengan tertib.
Aksi demonstrasi mahasiswa kerap diwarnai ketegangan, namun kesigapan aparat menjadi kunci menjaga kondusivitas. Di Malaka, aksi LMND Kefamenanu mendapat pengawalan ketat Polres Malaka. Meski sempat terjadi pembakaran ban, situasi berhasil dikendalikan berkat respons cepat petugas.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Nusa Tenggara di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Nusa Tenggara Indonesia.
Pengamanan Ketat Aksi Demonstrasi LMND
Polres Malaka mengerahkan 150 personel untuk mengawal aksi demonstrasi LMND Kefamenanu di Kota Betun, Kabupaten Malaka, Kamis, 29 Januari 2026. Pengamanan dilakukan sejak awal hingga akhir kegiatan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Personel kepolisian terlihat bersiaga di sepanjang rute long march, mulai dari Mapolres Malaka hingga Kantor DPRD Kabupaten Malaka. Pengamanan ini mencakup pengaturan arus lalu lintas dan menjaga jarak aman dengan massa aksi. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang mungkin timbul selama demonstrasi berlangsung.
Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Malaka, AKP I Wayan Budiasa, menjelaskan bahwa pengamanan ini telah direncanakan sebelumnya. Rencana pengamanan disusun berdasarkan informasi yang masuk, meliputi titik-titik lokasi aksi serta potensi kerawanan yang mungkin terjadi. Sinergi antara aparat kepolisian dan mahasiswa menjadi kunci suksesnya pengamanan ini.
Kronologi Dan Jalur Aksi Mahasiswa
Aksi demonstrasi LMND Kefamenanu dimulai dari Mapolres Malaka dan bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Malaka. Sepanjang rute ini, aparat kepolisian telah disiagakan untuk mengamankan jalannya aksi dan pergerakan massa. Fokus pengamanan juga diarahkan pada titik-titik strategis yang menjadi lokasi konsentrasi massa.
AKP I Wayan Budiasa menambahkan bahwa kegiatan demonstrasi berlangsung di dua titik utama. Titik pertama berada di Polres Malaka, yang menurutnya berjalan aman dan kondusif. Kemudian, aksi dilanjutkan di depan Gedung DPRD Kabupaten Malaka, di mana seluruh pelaksanaan juga berjalan dengan baik, berkat koordinasi yang solid antara polisi dan mahasiswa.
Pengamanan yang melibatkan 150 personel ini bertujuan untuk memastikan aksi berjalan kondusif. Personel tidak hanya mengawal rute, tetapi juga bersiap untuk mengatasi berbagai situasi yang tidak terduga. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen Polres Malaka dalam menjaga hak berpendapat sekaligus stabilitas keamanan publik.
Baca Juga: NTT Gelontorkan Rp 3,56 Triliun Untuk Perlindungan Sosial 2025
Insiden Pembakaran Ban Dan Penanganannya
Meskipun pengamanan telah dilakukan secara ketat, aksi demonstrasi sempat diwarnai insiden pembakaran ban oleh massa aksi. Peristiwa ini terjadi di depan Kantor DPRD Kabupaten Malaka, menimbulkan potensi kerawanan yang dapat mengganggu keamanan dan keselamatan publik. Namun, aparat kepolisian segera mengambil tindakan antisipatif.
Petugas dengan sigap bergerak memadamkan api yang berasal dari ban yang dibakar oleh massa. Tindakan cepat ini dilakukan setelah melihat adanya potensi gangguan yang serius. Kesigapan ini membuktikan bahwa personel Polres Malaka siap menghadapi berbagai kemungkinan selama demonstrasi.
AKP I Wayan Budiasa menegaskan bahwa api berhasil dipadamkan berkat respons cepat dari petugas. Insiden ini menjadi perhatian, namun tidak sampai mengganggu jalannya aksi secara keseluruhan. Situasi berhasil dikendalikan kembali, menunjukkan profesionalisme aparat dalam menjaga ketertiban.
Tuntutan Dan Hasil Akhir Aksi
Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh LMND Kefamenanu ini mengangkat isu kritik terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Malaka. Meski rincian 13 poin tuntutan tidak dijelaskan dalam laporan, namun aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang disuarakan oleh mahasiswa. Pengawalan ketat aparat memastikan aspirasi dapat tersampaikan tanpa kekacauan.
Secara umum, aksi demonstrasi ini berlangsung di bawah pengawasan ketat aparat kepolisian. Situasi tetap aman dan terkendali hingga aksi berakhir, meskipun sempat ada insiden kecil. Hal ini menunjukkan bahwa koordinasi yang baik antara penyelenggara aksi dan pihak keamanan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk menyampaikan pendapat.
Keberhasilan pengamanan ini menunjukkan komitmen Polres Malaka dalam menjaga kebebasan berpendapat dan stabilitas sosial. Aksi mahasiswa yang sempat menegang dapat diselesaikan secara damai tanpa kerugian. Hal ini menjadi contoh sinergi berbagai pihak dalam penyampaian aspirasi yang tertib.
Jangan lewatkan update berita seputaran Nusa Tenggara Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari kupang.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari kupang.tribunnews.com

