Posted in

Badai Hantam Lombok Timur, Puluhan Rumah Rusak Dan Warga Panik

Badai Hantam Lombok Timur
Badai Hantam Lombok Timur
Bagikan

Badai hebat melanda Lombok Timur, merusak puluhan rumah dan membuat warga panik berhamburan mencari tempat aman.

Badai Hantam Lombok Timur

Angin puting beliung tiba-tiba menerjang Dusun Kuangwai, Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur, NTB, pada Minggu (11/1/2025) sekitar pukul 14.00 Wita. Kejadian ini menimbulkan kepanikan warga. Terjangan angin kencang sangat parah, dengan puluhan rumah mengalami kerusakan signifikan, terutama pada atap.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Nusa Tenggara di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Nusa Tenggara Indonesia.

Detik-Detik Mencekam Terjangan Puting Beliung

Peristiwa mengerikan ini terjadi di siang bolong, saat warga tengah beraktivitas seperti biasa. Angin puting beliung datang secara mendadak, tanpa peringatan berarti, dengan kekuatan yang sangat besar. Kecepatan angin yang tinggi mengubah suasana tenang Dusun Kuangwai menjadi kepanikan total dalam hitungan menit, menyebabkan kerusakan yang meluas dan masif.

Rekaman video yang didapatkan dari lokasi kejadian menunjukkan betapa mencekamnya situasi saat itu. Warga terlihat berhamburan keluar dari rumah-rumah mereka, berusaha menyelamatkan diri dari terjangan angin. Beberapa pengendara motor yang melintas di kawasan tersebut terpaksa memutar balik kendaraannya, menghindari bahaya yang mengancam keselamatan mereka.

Menurut Idrus, Kepala Desa Menceh, angin puting beliung ini memang datang tiba-tiba. Kekuatan angin yang luar biasa menyebabkan kerusakan yang tidak terhindarkan pada struktur bangunan rumah warga. Warga yang menyaksikan langsung kejadian ini mengaku sangat terkejut dan tidak sempat melakukan banyak persiapan.

Kerusakan Parah Dan Upaya Pendataan

Akibat terjangan angin puting beliung ini, puluhan rumah warga mengalami kerusakan serius. Data awal menunjukkan bahwa sekitar 60 rumah terdampak, dengan 40 di antaranya mengalami kerusakan parah. Mayoritas kerusakan terfokus pada bagian atap, yang terhempas atau hancur diterjang angin kencang.

Saat ini, pihak pemerintah desa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur masih terus melakukan pendataan. Proses ini bertujuan untuk menghitung secara pasti jumlah rumah yang rusak dan tingkat kerugian yang diderita warga. Pendataan yang akurat sangat penting untuk perencanaan bantuan dan rehabilitasi selanjutnya.

Selain kerusakan pada rumah penduduk, Idrus juga melaporkan adanya beberapa pohon yang tumbang. Tim dari BPBD Lombok Timur segera bergerak cepat untuk membersihkan puing-puing pohon. Penanganan cepat ini diharapkan dapat segera memulihkan akses jalan dan lingkungan sekitar yang terdampak oleh bencana alam ini.

Baca Juga: Usai Kapal Wisata Berulang Kali Tenggelam, Polisi Beri Peringatan Keras Soal Muatan

Korban Luka Dan Pengungsian Sementara

 Korban Luka Dan Pengungsian Sementara​

Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian puting beliung ini. Namun, Idrus mengonfirmasi bahwa terdapat tiga warga yang mengalami luka ringan. Mereka segera dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Kondisi para korban luka ringan tersebut dilaporkan stabil dan tidak mengkhawatirkan.

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan tidak memungkinkan untuk dihuni, terpaksa mengungsi sementara. Mereka memilih untuk menumpang di rumah keluarga atau kerabat terdekat yang tidak terdampak oleh bencana. Pengungsian ini merupakan langkah sementara hingga rumah mereka kembali aman dan layak huni.

Pemerintah desa terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Bantuan logistik dan fasilitas penampungan sementara mungkin akan dibutuhkan jika kondisi pengungsian berlangsung lebih lama. Solidaritas antarwarga juga terlihat jelas dalam membantu sesama yang tertimpa musibah.

Imbauan Waspada Dan Antisipasi Bencana Susulan

Melihat kondisi cuaca yang tidak menentu, Kepala Desa Menceh, Idrus, mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Potensi terjadinya angin puting beliung susulan atau bencana alam lainnya masih ada, terutama dengan perubahan iklim yang ekstrem. Kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat.

Masyarakat diharapkan untuk selalu memantau informasi cuaca dari sumber resmi. Persiapan dini, seperti mengamankan barang-barang penting dan mengetahui jalur evakuasi, sangat disarankan. Edukasi mengenai mitigasi bencana juga penting agar warga lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk di masa mendatang.

Pemerintah daerah dan pihak terkait juga terus berupaya memperkuat sistem peringatan dini bencana. Kolaborasi antara pemerintah, BPBD, dan masyarakat menjadi sangat vital dalam mengurangi risiko dampak bencana alam. Dengan kewaspadaan kolektif, diharapkan kerugian dapat diminimalisir dan keselamatan warga lebih terjamin.

Jangan lewatkan update berita seputaran  serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari inilah.com