Harga BBM Pertamax dan Dex turun hari ini di Bali, NTB dan NTT, Ketahui daftar harga terbaru serta dampaknya bagi pengendara.
Kabar baik bagi pengguna kendaraan bermotor di Nusa Tenggara! Mulai hari ini, harga BBM Pertamax dan Dex resmi mengalami penurunan, termasuk di Bali, NTB, dan NTT. Perubahan ini tentu menjadi angin segar bagi pengendara yang setiap hari bergantung pada bahan bakar ini.
Simak di Nusa Tenggara Indonesia daftar harga terbaru Pertamax dan Dex di setiap wilayah, serta tips praktis agar pengeluaran BBM tetap hemat, sehingga Anda bisa memanfaatkan penurunan harga ini secara optimal.
Penurunan Harga BBM Nonsubsidi Mulai 1 Februari 2026
PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga BBM nonsubsidi mulai Minggu, 1 Februari 2026. Penyesuaian ini berlaku di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kebijakan ini sejalan dengan penurunan harga BBM nonsubsidi secara nasional. Tujuannya adalah menyesuaikan harga dengan kondisi pasar dan menjaga daya beli masyarakat pengguna BBM nonsubsidi.
Penyesuaian harga ini berlaku untuk beberapa varian, termasuk Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex, sehingga banyak pengendara akan merasakan dampaknya secara langsung.
Daftar Harga Baru BBM Di Bali Dan NTB
Di Bali dan NTB, harga Pertamax (RON 92) kini dibanderol Rp 11.800 per liter. Sementara Pertamax Turbo (RON 98) turun menjadi Rp 12.700 per liter, memberikan penghematan signifikan bagi pengguna kendaraan harian.
Dexlite dijual Rp 13.250 per liter, dan Pertamina Dex Rp 13.500 per liter. Penyesuaian ini membuat biaya operasional kendaraan lebih ringan dibanding bulan sebelumnya.
Perubahan harga ini berlaku di seluruh SPBU resmi Pertamina di Bali dan NTB, sehingga konsumen dapat merencanakan pengeluaran BBM mereka lebih efisien.
Baca Juga: BPOLBF Gandeng Investor, Dorong Wellness Dan Agrowisata Parapuar
Harga BBM Di Nusa Tenggara Timur (NTT)
Di NTT, harga BBM nonsubsidi sedikit lebih tinggi dibanding Bali dan NTB. Pertamax kini dipatok Rp 12.100 per liter, sedangkan Pertamax Turbo dijual Rp 13.000 per liter.
Dexlite di NTT dibanderol Rp 13.550 per liter, sementara Pertamina Dex mencapai Rp 13.800 per liter. Meski lebih tinggi, harga ini tetap lebih rendah dibanding bulan Januari 2026.
Perbedaan harga ini dipengaruhi faktor logistik dan distribusi, mengingat NTT merupakan wilayah kepulauan yang membutuhkan pengaturan suplai BBM lebih kompleks.
Situasi Harga BBM Secara Nasional
Secara nasional, penyesuaian harga berlaku untuk Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex. Di DKI Jakarta, harga Pertamax turun menjadi Rp 11.800 per liter dari Rp 12.350 pada Januari 2026.
Penurunan ini menunjukkan langkah Pertamina dalam menyesuaikan harga BBM nonsubsidi sesuai dengan harga pasar global dan kebutuhan konsumen lokal. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan biaya transportasi harian masyarakat.
BBM subsidi seperti Pertalite dan solar tetap stabil. Pertalite dipatok Rp 10.000 per liter dan solar subsidi Rp 6.800 per liter, sehingga masyarakat menengah ke bawah tetap mendapat perlindungan harga.
Dampak Penurunan Harga BBM Bagi Masyarakat
Penurunan harga BBM nonsubsidi akan langsung dirasakan pengendara pribadi maupun transportasi umum. Biaya operasional kendaraan akan lebih ringan, terutama bagi yang menggunakan Pertamax dan Dex.
Selain itu, penyesuaian harga juga diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi. Masyarakat memiliki daya beli lebih besar karena pengeluaran untuk BBM berkurang, sehingga konsumsi barang dan jasa bisa meningkat.
Dengan harga baru ini, konsumen di Bali, NTB, dan NTT dapat merencanakan perjalanan lebih efisien. Penurunan harga ini menjadi angin segar bagi pengendara, sekaligus menunjukkan transparansi dan respons Pertamina terhadap kebutuhan pasar.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com

