Ratusan koleksi buku di Kabupaten Timor Tengah Selatan terancam rusak setelah hujan deras memperparah kebocoran atap gedung perpustakaan.
Hujan deras membawa malapetaka bagi khazanah ilmu pengetahuan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Ratusan buku bacaan berharga di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan TTS basah akibat atap gedung bocor parah. Kondisi memprihatinkan ini mengancam kelestarian koleksi sekaligus menghambat layanan penting perpustakaan bagi masyarakat.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Nusa Tenggara di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Nusa Tenggara Indonesia.
Kunjungan Komisi IV DPRD TTS Dan Kondisi Kerusakan
Pada Jumat, 23 Januari 2026, Komisi IV DPRD Kabupaten TTS bersama Wakil Ketua II DPRD TTS, Arsianus Nenobahan, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung kondisi gedung perpustakaan. Mereka menyaksikan kerusakan yang signifikan akibat kebocoran atap. Temuan ini menyoroti urgensi penanganan segera untuk menyelamatkan aset berharga daerah.
Ketua Komisi IV DPRD TTS, Relygius Usfunan, menyebut kebocoran terparah terjadi di ruang sekretariat lantai dua hingga merembes ke perpustakaan lantai satu. Ruang deposit buku juga mengalami kebocoran parah, sehingga seluruh lemari dan buku harus dipindahkan. Kondisi ini menunjukkan kerusakan serius yang membutuhkan penanganan segera.
Kerusakan ini menimbulkan kekhawatiran besar akan hilangnya koleksi buku yang tak ternilai, serta terhentinya aktivitas pelayanan perpustakaan. Kondisi ini secara langsung berdampak pada akses masyarakat terhadap informasi dan pengetahuan. DPRD TTS berkomitmen untuk mendorong pemerintah daerah agar segera mencari solusi demi menjaga keberlangsungan fungsi perpustakaan.
Kendala Anggaran Dan Upaya Penyelamatan
Politisi PKB, Relygius Usfunan, mengungkapkan bahwa masalah kebocoran atap ini sebenarnya sudah disampaikan oleh pihak Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sejak tahun 2025. Namun, upaya perbaikan terkendala oleh jumlah anggaran yang dibutuhkan. Hal ini menunjukkan adanya hambatan birokrasi dalam penanganan masalah infrastruktur yang krusial.
Awalnya, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan memperkirakan dana perbaikan sekitar 300 juta hingga 350 juta Rupiah. Namun, dalam rapat anggaran, pemerintah mengklaim bahwa perhitungan yang dilakukan oleh Dinas PRKP menunjukkan kebutuhan dana mencapai 3 miliar Rupiah. Perbedaan estimasi yang signifikan ini menjadi alasan mengapa perbaikan belum dapat dilaksanakan.
Akibat penundaan perbaikan ini, intensitas curah hujan yang tinggi semakin memperparah kondisi atap. Ratusan buku di perpustakaan berisiko rusak parah, dan aktivitas pelayanan perpustakaan terpaksa terhenti. Situasi ini menuntut pemerintah daerah untuk segera mencari solusi anggaran agar aset penting ini dapat diselamatkan.
Baca Juga: Warga Panik! Angin Kencang Lumpuhkan Leguwoda, Rumah dan Dapur Porak-Poranda
Desakan DPRD TTS Untuk Perbaikan Prioritas
Komisi IV DPRD TTS mendesak pemerintah daerah untuk segera memperbaiki atap gedung Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Prioritas utama adalah perbaikan atap agar ratusan buku dapat diselamatkan dan pelayanan perpustakaan kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal. Ini adalah langkah krusial untuk menjaga fungsi institusi vital ini.
Relygius Usfunan meminta pemerintah daerah untuk menyiasati anggaran dalam momen penyempurnaan anggaran ini, minimal untuk perbaikan atap terlebih dahulu. Bagian lain dari perbaikan gedung dapat menyusul kemudian. Fokus pada atap akan memastikan perlindungan terhadap koleksi dan kelanjutan operasional perpustakaan.
Pentingnya perpustakaan sebagai pusat informasi dan pengetahuan bagi masyarakat tidak dapat diremehkan. Kerusakan ini tidak hanya berdampak pada bangunan fisik, tetapi juga pada akses pendidikan dan literasi masyarakat TTS. Pemerintah daerah diharapkan menunjukkan komitmen kuat dalam menyelesaikan masalah ini demi kepentingan publik.
Lokasi Dan Pentingnya Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki dua gedung yang terpisah, yaitu Bidang Kearsipan dan Bidang Perpustakaan. Kedua fasilitas ini berlokasi strategis di Kelurahan Taebneno, Kecamatan Kota SoE, menjadikannya mudah dijangkau oleh masyarakat. Lokasi ini penting sebagai pusat kegiatan budaya dan edukasi.
Sebagai institusi yang bertanggung jawab atas pelestarian arsip dan penyediaan akses terhadap bahan bacaan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan memegang peran vital. Arsip adalah memori kolektif suatu daerah, sedangkan perpustakaan adalah jendela dunia bagi warganya. Kerusakan pada fasilitas ini merupakan kerugian besar bagi masyarakat.
Oleh karena itu, perbaikan dan pemeliharaan gedung Dinas Kearsipan dan Perpustakaan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Melindungi koleksi buku dan arsip serta memastikan kelancaran layanan perpustakaan adalah investasi penting untuk masa depan pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Jangan lewatkan update berita seputaran Nusa Tenggara Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari kupang.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari suaratts.com

