Posted in

Detik-Detik Bocah SD Hilang Setelah Diserang Buaya Di Sumba Barat Daya

Detik-Detik Bocah SD Hilang Setelah Diserang Buaya Di Sumba Barat Daya
Detik-Detik Bocah SD Hilang Setelah Diserang Buaya Di Sumba Barat Daya
Bagikan

Bocah SD hilang setelah diterkam buaya di Sumba Barat Daya, Warga dan petugas segera melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Detik-Detik Bocah SD Hilang Setelah Diserang Buaya Di Sumba Barat Daya

Sumba Barat Daya digemparkan insiden tragis ketika seorang bocah SD hilang setelah diterkam buaya di sekitar lokasi aliran sungai. Warga setempat bersama petugas langsung melakukan pencarian intensif, berharap korban segera ditemukan.

Suasana panik dan cemas menyelimuti keluarga dan warga sekitar yang menyaksikan kejadian Nusa Tenggara Indonesia ini.

Bocah SD Hilang Diterkam Buaya Di Sumba Barat Daya

Nahas dialami Krisdewo Holo (11), bocah SD yang hilang setelah diterkam buaya di Muara Ratenggaro, Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa tragis ini terjadi Sabtu malam (31/1/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.

Hingga Senin (2/2/2026), keberadaan Krisdewo masih belum ditemukan. Pihak kepolisian bersama warga setempat terus melakukan pencarian intensif di lokasi kejadian dan sekitarnya.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Sumba Barat Daya, AKP Bernardus Mbili Kandi, menjelaskan bahwa korban diterkam buaya dan hingga kini belum berhasil ditemukan, sehingga upaya pencarian terus berlanjut.

Kronologi Kejadian Saat Mencari Kepiting

Kejadian bermula ketika Krisdewo bersama lima temannya mendatangi Muara Ratenggaro sekitar pukul 21.00 Wita untuk mencari kepiting. Temannya yang ikut antara lain Mayordi Tendri Holo (15), Orce Katoda (15), Febriani Inke Holo (14), Mario Katoda (13), dan Asis Buce Holo (10).

Setelah sekitar satu jam, mereka berencana pulang. Namun dalam perjalanan, Krisdewo meminta senter kepada Orce Katoda karena ingin mencuci kaki yang dipenuhi pasir di tepi muara.

Meskipun Orce sempat menyarankan agar Krisdewo mengurungkan niatnya karena kondisi gelap, korban tetap berlari dan menceburkan diri ke dalam air. Tidak lama setelah itu, ia diterkam buaya raksasa.

Baca Juga: Ratusan Desa di NTT Menanti Pemekaran, 400 Usulan Terganjal Moratorium!

Upaya Teman-Teman Selamatkan Korban

Upaya Teman-Teman Selamatkan Korban 700

Saat kejadian, Mayordi Tendri Holo sempat mencoba menolong Krisdewo. Namun buaya tersebut langsung menyerangnya dengan ekor hingga mengenai paha kanan Mayordi, memaksa mereka mundur.

Buaya tersebut juga sempat mengejar Mayordi hingga ke daratan, membuat teman-teman korban panik dan segera meninggalkan lokasi. Mereka kemudian pulang dan memberitahu orang tua korban.

Segera setelah mendapat laporan, orang tua Krisdewo mendatangi Polsek Kodi Bangedo. Pihak kepolisian langsung memulai operasi pencarian di muara dan sekitarnya hingga memasuki hari ketiga.

Pencarian Korban Dan Respons Kepolisian

Polres Sumba Barat Daya bersama warga setempat melakukan pencarian intensif sejak laporan diterima. Tim penyelamat menyisir muara, tepian sungai, dan perairan sekitar lokasi.

Upaya pencarian dilakukan siang dan malam dengan melibatkan peralatan senter, perahu, dan personel yang berpengalaman dalam evakuasi wilayah rawan buaya. Meski telah memasuki hari ketiga, korban belum ditemukan.

AKP Bernardus Mbili Kandi menegaskan bahwa pencarian tetap prioritas. Warga diminta waspada dan menjauhi area muara yang menjadi habitat buaya untuk menghindari risiko serupa.

Imbauan Keselamatan Dan Kewaspadaan Warga

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat Sumba Barat Daya terkait bahaya satwa liar di muara dan sungai. Warga dihimbau mengawasi anak-anak saat bermain di tepi perairan.

Orang tua juga disarankan memberi arahan kepada anak-anak agar tidak mendekati muara atau sungai saat malam hari. Petugas kepolisian siap memberikan edukasi mitigasi risiko serangan buaya bagi warga sekitar.

Pihak berwenang menegaskan bahwa pencarian korban tetap berjalan hingga ditemukan. Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan tidak mencoba memasuki lokasi rawan buaya sendiri.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari regional.kompas.com