Kehadiran program perlindungan sosial sering kali menjadi penyelamat di saat keluarga menghadapi masa paling sulit dalam hidup mereka.

Hal inilah yang dirasakan langsung oleh keluarga almarhum Soleman Haning di Nusa Tenggara Indonesia. Di tengah duka kehilangan tulang punggung keluarga, bantuan dari program perlindungan pekerja rentan justru menjadi penopang utama yang memberikan harapan baru bagi masa depan anak-anak yang ditinggalkan.
Perjalanan Hidup Almarhum dan Awal Terungkapnya Manfaat Program
Almarhum Soleman Haning dikenal sebagai seorang pedagang yang bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Aktivitas sehari-harinya banyak dihabiskan untuk mencari hasil dagang, termasuk udang dan kepiting di wilayah Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang.
Namun, takdir berkata lain ketika ia mengalami kecelakaan kerja yang merenggut nyawanya. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi istri dan anak-anaknya yang tiba-tiba harus kehilangan sosok kepala keluarga.
Menariknya, keluarga almarhum pada awalnya tidak mengetahui bahwa ia merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui program perlindungan pekerja rentan. Informasi ini baru terungkap beberapa minggu setelah kepergiannya ketika mereka menemukan kartu kepesertaan yang kemudian ditelusuri lebih lanjut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Pengungkapan Status Kepesertaan dan Peran Pemerintah Daerah
Setelah menemukan kartu tersebut, keluarga almarhum kemudian berkoordinasi dengan aparat desa untuk memastikan kebenaran status kepesertaan. Mereka akhirnya mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan penjelasan resmi terkait program tersebut.
Dari hasil verifikasi, diketahui bahwa almarhum merupakan peserta aktif dalam program pekerja rentan yang iurannya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui APBD. Program ini merupakan bagian dari perlindungan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Fakta ini menjadi titik terang bagi keluarga yang sebelumnya tidak mengetahui adanya perlindungan tersebut. Kehadiran program ini membuktikan bahwa kebijakan pemerintah daerah dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat kecil yang bekerja di sektor informal.
Baca Juga: Flores Timur Heboh! Korban Memancing Ditemukan Mengambang, Proses Evakuasi Jadi Sorotan
Penyaluran Santunan dan Manfaat yang Diterima Keluarga

Pada 12 Februari 2026, keluarga almarhum secara resmi menerima santunan di kediaman mereka di Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah. Total manfaat yang diterima mencapai sekitar Rp217 juta yang diberikan melalui skema jaminan sosial ketenagakerjaan.
Santunan tersebut terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja sebesar Rp70 juta serta beasiswa pendidikan bagi dua anak hingga jenjang perguruan tinggi senilai Rp147 juta. Bantuan ini menjadi bentuk perlindungan jangka panjang bagi keluarga yang ditinggalkan.
Bagi istri almarhum, Sarlince Kolianang, bantuan tersebut bukan hanya sekadar angka, tetapi menjadi harapan baru untuk memastikan masa depan anak-anaknya tetap terjamin meskipun tanpa kehadiran sang ayah.
Dampak Sosial dan Upaya Sosialisasi Program ke Masyarakat
Keluarga almarhum mengakui bahwa sebelum kejadian ini, masih banyak masyarakat di sekitar mereka yang belum mengetahui adanya program perlindungan pekerja rentan. Minimnya informasi membuat banyak warga tidak memahami manfaat besar dari program tersebut.
Melalui pengalaman pribadi, Sarlince kini ikut terlibat dalam upaya sosialisasi kepada masyarakat bersama pemerintah desa. Ia berharap lebih banyak warga memahami bahwa program ini dapat memberikan perlindungan nyata ketika risiko tak terduga terjadi.
Program ini sendiri mencakup sekitar 100.000 peserta di 22 kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur, dengan iuran yang sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi kelompok pekerja rentan dari risiko sosial dan ekonomi.
Kesimpulan
Kisah keluarga almarhum Soleman Haning menjadi bukti nyata bahwa program perlindungan sosial dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Di tengah duka kehilangan, hadirnya santunan dan beasiswa memberikan harapan baru bagi masa depan keluarga yang ditinggalkan.
Program pekerja rentan ini tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam memastikan keberlanjutan hidup warganya. Pengalaman ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya sosialisasi agar lebih banyak masyarakat memahami dan merasakan manfaat perlindungan sosial yang telah disediakan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari Berita Indonesia Kamboja
- Gambar Kedua dari inet.detik.com

