Polda NTT menerjunkan pasukan Brimob untuk mencari korban longsor di Manggarai Timur, proses evakuasi penuh tantangan di tengah medan.
Bencana longsor kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini, musibah memilukan terjadi di Kabupaten Manggarai Timur akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam. Tanah yang labil tidak mampu menahan debit air tinggi, sehingga longsor pun tak terhindarkan.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Nusa Tenggara di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Nusa Tenggara Indonesia.
Kronologi Longsor Manggarai Timur
Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Manggarai Timur sejak dini hari. Curah hujan yang berlangsung lama membuat tanah di daerah perbukitan menjadi jenuh air. Kondisi geografis yang didominasi lereng curam semakin meningkatkan risiko terjadinya longsor.
Sekitar pagi hari, warga mulai mendengar suara gemuruh dari arah perbukitan. Tak lama kemudian, material tanah, bebatuan, dan pepohonan meluncur deras menimpa permukiman dan menutup akses jalan desa. Beberapa rumah warga tertimbun, sementara sebagian warga lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Aparat desa bersama warga setempat langsung melakukan upaya evakuasi manual dengan peralatan seadanya. Namun keterbatasan alat dan kondisi tanah yang masih labil membuat proses penyelamatan berjalan lambat dan penuh risiko.
Polda NTT Gerak Cepat Terjunkan Brimob
Mendapat laporan kejadian tersebut, Polda NTT langsung menetapkan status tanggap darurat. Pasukan Brimob dikerahkan ke lokasi longsor untuk memperkuat upaya pencarian dan pertolongan korban.
Brimob yang diterjunkan merupakan personel terlatih dalam penanganan bencana alam. Mereka dibekali peralatan khusus seperti alat pendeteksi korban, sekop, gergaji mesin, serta perlengkapan keselamatan diri. Kehadiran Brimob memberikan harapan besar bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar.
Selain fokus pada pencarian korban tertimbun, Brimob juga membantu pengamanan lokasi untuk mencegah warga mendekat ke area berbahaya yang berpotensi longsor susulan.
Baca Juga: PAD Manggarai Barat 2025 Rp 286 Miliar, Target Pajak Tak Tercapai
Proses Pencarian Korban Tertimbun
Pencarian korban dilakukan secara bertahap dan hati-hati. Tim Brimob bersama personel Polres Manggarai Timur dan relawan membagi area pencarian menjadi beberapa sektor agar proses lebih terorganisir.
Setiap sektor disisir menggunakan metode manual dan alat bantu. Tanah dan bebatuan diangkat satu per satu guna memastikan tidak ada korban yang terlewat. Proses ini memerlukan kesabaran dan ketelitian tinggi karena kondisi medan yang berat dan licin.
Cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri. Hujan yang masih turun sewaktu-waktu memaksa tim untuk menghentikan pencarian sementara demi keselamatan petugas di lapangan.
Kondisi Medan dan Tantangan Evakuasi
Medan di lokasi longsor tergolong ekstrem. Akses jalan menuju lokasi sebagian tertutup material longsor sehingga kendaraan berat sulit menjangkau titik kejadian. Personel terpaksa berjalan kaki membawa peralatan melalui jalur sempit dan berlumpur.
Material longsor berupa tanah basah bercampur batu besar dan batang pohon menyulitkan proses penggalian. Selain itu, tanah yang masih labil meningkatkan risiko longsor susulan, sehingga tim harus terus waspada.
Kondisi ini membuat proses evakuasi memakan waktu lebih lama. Meski demikian, semangat petugas tidak surut demi menemukan dan mengevakuasi korban secepat mungkin.
Sinergi TNI, BPBD, dan Relawan
Selain Brimob, proses penanganan longsor juga melibatkan berbagai pihak. TNI turut membantu pengamanan dan evakuasi, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berperan dalam koordinasi dan penyediaan logistik.
Relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan ikut turun tangan membantu dapur umum, distribusi bantuan, serta pendampingan warga terdampak. Sinergi lintas instansi ini menjadi kunci utama dalam mempercepat penanganan bencana.
Kolaborasi yang solid antara aparat dan masyarakat menunjukkan semangat gotong royong yang kuat dalam menghadapi musibah. Luangkan waktu anda untuk membaca informasi terbaru dan terviral lainya hanya ada di Nusa Tenggara Indonesia.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari ANTARA News Ntt
- Gambar Kedua dari AcehGround

