Bupati Ende mengajukan bantuan pemerintah pusat untuk membangun jembatan vital di Wewaria, mendukung akses dan mobilitas masyarakat setempat.
Kali Lowolaka di Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, selama ini menjadi momok menakutkan bagi warga. Arus derasnya seringkali memutus akses dan membahayakan penyeberang, bahkan sampai memakan korban. Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, kini tengah berupaya keras mencari solusi permanen agar warga tidak lagi mempertaruhkan nyawa demi melintas.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Nusa Tenggara di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Nusa Tenggara Indonesia.
Desakan Pembangunan Jembatan Permanen
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, secara resmi telah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat untuk pembangunan jembatan penghubung di Kali Lowolaka. Jembatan ini sangat vital karena akan menghubungkan dua desa terpencil di wilayah Kecamatan Wewaria, mengakhiri isolasi yang telah lama dirasakan warga setempat.
Permintaan bantuan ini didasari oleh perkiraan biaya pembangunan jembatan sepanjang 90 meter yang sangat besar, melebihi kemampuan APBD Kabupaten Ende. Proses pengajuan sudah dilakukan sejak tahun 2025, bahkan tim survei dari pusat pun telah datang untuk meninjau lokasi.
Meski demikian, realisasi pembangunan belum terlaksana mengingat anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit. Bupati berharap penuh pada dukungan pemerintah pusat agar proyek infrastruktur krusial ini bisa segera terwujud demi keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Koordinasi Strategis Menuju Solusi
Di tengah urgensi pembangunan jembatan, Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata turut mengambil peran aktif. Setelah menyaksikan video viral tentang perjuangan warga menyeberangi Kali Lowolaka, termasuk ibu hamil yang mempertaruhkan nyawa, Kapolres langsung turun ke lokasi pada Jumat (16/1/2026) pagi.
Kunjungan lapangan tersebut berlanjut dengan koordinasi strategis bersama Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda dan Kepala Dinas PUPR. Hasil koordinasi ini membawa kabar baik bagi warga, yaitu komitmen Pemerintah Kabupaten Ende untuk mengupayakan pengalokasian APBD Tahun Anggaran 2026.
Alokasi anggaran tersebut akan diprioritaskan untuk pembangunan jembatan permanen sepanjang kurang lebih 90 meter. Jembatan ini direncanakan menghubungkan Desa Fataatu Timur dan Desa Aendoko, memastikan tidak ada lagi masyarakat yang terisolasi akibat Kali Lowolaka.
Baca Juga: Angin Kencang Mengamuk di Larantuka, 16 Rumah Warga Rusak
Langkah Antisipasi Sementara
Sambil menunggu realisasi pembangunan jembatan permanen yang membutuhkan waktu, Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata juga memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. Langkah-langkah antisipatif telah diambil untuk mengurangi risiko penyeberangan.
Kapolres telah memerintahkan jajaran Polsek Wewaria, dengan dukungan personel Brimob, untuk bersiaga penuh di sekitar Kali Lowolaka. Penempatan petugas ini bertujuan untuk memantau kondisi sungai dan memberikan bantuan kepada warga yang hendak menyeberang.
Petugas siaga akan secara aktif membantu mengawal penyeberangan warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Pengawalan ini akan semakin ditingkatkan terutama saat debit air sungai meningkat drastis akibat curah hujan yang tinggi.
Harapan Baru Untuk Warga Wewaria
Upaya Bupati Ende dan koordinasi dengan Kapolres telah membuahkan harapan baru bagi masyarakat di Kecamatan Wewaria. Komitmen pengalokasian APBD dan penempatan petugas siaga menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan ini.
Pembangunan jembatan permanen bukan hanya sekadar infrastruktur fisik, melainkan jembatan harapan yang akan menghubungkan kehidupan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat. Ini adalah langkah besar menuju peningkatan kualitas hidup warga di pelosok Ende.
Masyarakat kini menanti dengan optimis realisasi pembangunan jembatan ini, yang diharapkan dapat mengakhiri cerita pilu penyeberangan Kali Lowolaka. Dengan jembatan baru, aktivitas sehari-hari warga akan berjalan lebih aman dan lancar, tanpa lagi dibayangi rasa cemas.
Jangan lewatkan update berita seputaran Nusa Tenggara Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari kupang.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari rri.co.id

