Jenazah Martin Carreras, pelatih Valencia CF asal Spanyol, ditemukan di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, setelah pencarian.
Identifikasi dilakukan melalui ciri fisik, pakaian, dan dokumen pribadi. Tim SAR gabungan dari Basarnas, polisi, dan petugas taman nasional memastikan proses penemuan dan penanganan jenazah berjalan aman. Keluarga di Spanyol dan klub Valencia CF telah diberi kabar.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Nusa Tenggara di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Nusa Tenggara Indonesia.
Jenazah Pelatih Valencia CF Ditemukan di Pulau Rinca
Jenazah Martin Carreras, pelatih asal Spanyol yang sempat dikabarkan hilang, ditemukan pada Kamis (4/1/2026) di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Tim SAR gabungan dari Basarnas, polisi, dan petugas Taman Nasional Komodo melaporkan bahwa jenazah ditemukan di area hutan dekat pantai, sekitar 2 kilometer dari jalur trekking wisatawan.
Penemuan jenazah ini dilakukan setelah pencarian intensif selama 48 jam sejak laporan hilangnya Carreras diterima oleh pihak berwenang. Para petugas menggunakan drone dan perahu untuk menelusuri pulau yang berbukit dan penuh hutan lebat, sehingga proses pencarian memakan waktu cukup lama.
Kondisi jenazah saat ditemukan telah terpapar cuaca dan medan yang sulit dijangkau, namun tim SAR memastikan bahwa identifikasi awal dapat dilakukan dengan cepat. Aparat keamanan setempat menegaskan bahwa area penemuan dijaga ketat untuk kepentingan penyelidikan.
Teridentifikasi Lewat Ciri dan Dokumen
Menurut keterangan polisi Nusa Tenggara Timur, jenazah Martin Carreras berhasil diidentifikasi melalui ciri fisik, pakaian, dan dokumen pribadi yang dibawa korban. Kepala Polres setempat, AKBP I Gede Santosa, menyatakan bahwa pihak keluarga di Spanyol telah diberitahu mengenai perkembangan ini.
Proses identifikasi awal dilakukan di lokasi oleh tim medis sebelum jenazah dibawa ke rumah sakit setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mencatat adanya tanda-tanda yang memperkuat kesesuaian jenazah dengan laporan orang hilang yang diterima sebelumnya.
Selain itu, tim SAR menyebut bahwa jenazah ditemukan di lokasi yang relatif aman, jauh dari jalur wisata utama, sehingga tidak ada gangguan terhadap wisatawan yang beraktivitas di sekitar Pulau Rinca. Pihak berwenang memastikan protokol standar dalam penanganan jenazah tetap dijalankan.
Baca Juga: SD Kupang Ajarkan Nilai Budaya Dan Karakter Lewat Permainan Galasing
Jejak Korban dan Pencarian
Martin Carreras dilaporkan hilang pada Selasa (2/1/2026) saat melakukan pendakian dan eksplorasi alam di Pulau Rinca. Rekan tim dan wisatawan yang berada di pulau tersebut menyatakan bahwa Carreras terakhir terlihat menuju jalur hutan sekitar pukul 10.00 WITA.
Tim SAR gabungan segera melakukan pencarian dengan melibatkan aparat kepolisian, Taman Nasional Komodo, dan relawan lokal. Proses pencarian mencakup patroli darat, pemantauan udara menggunakan drone, serta penelusuran perairan sekitar pulau. Meski medan berat dan cuaca panas, tim SAR berhasil menemukan jejak.
Pencarian intensif ini juga melibatkan komunikasi dengan keluarga korban di Spanyol, yang memantau perkembangan melalui saluran resmi konsulat. Kepala Basarnas NTT menekankan bahwa kerja sama semua pihak menjadi kunci keberhasilan menemukan jenazah Martin Carreras.
Reaksi Keluarga dan Pihak Valencia CF
Pihak keluarga Martin Carreras di Spanyol menyampaikan duka cita mendalam melalui pernyataan resmi. Mereka mengapresiasi kerja keras tim SAR, polisi, dan pihak Taman Nasional Komodo yang berhasil menemukan jenazah dengan cepat. “Kami berterima kasih atas bantuan semua pihak yang telah bekerja tanpa lelah.
Valencia CF, klub tempat Martin Carreras berkarier sebagai pelatih, juga memberikan komentar resmi. Klub menyatakan rasa kehilangan yang mendalam dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Klub menegaskan bahwa mereka akan membantu proses administrasi terkait kepulangan jenazah ke Spanyol.
Selain itu, pihak Taman Nasional Komodo menekankan pentingnya keselamatan pengunjung dan peneliti yang menjelajahi pulau. Mereka mengimbau wisatawan untuk selalu didampingi pemandu lokal, mematuhi jalur resmi.
Luangkan waktu anda untuk membaca informasi terbaru dan terviral lainya hanya ada di Nusa Tenggara Indonesia.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari ntt.viva.co

