Posted in

Lahar Dingin Gunung Lewotobi Tutup Jalan Trans Flores, Warga Terjebak

Lahar dingin dari Gunung Lewotobi menutup Jalan Trans Flores
Lahar dingin dari Gunung Lewotobi menutup Jalan Trans Flores
Bagikan

Lahar dingin dari Gunung Lewotobi menutup Jalan Trans Flores, membuat sejumlah warga nekat melintasi dan terjebak arus deras.

Lahar dingin dari Gunung Lewotobi menutup Jalan Trans Flores

Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali diuji dengan fenomena alam dahsyat. ​Gunung Lewotobi Laki-laki memuntahkan lahar dingin yang memutus akses vital Jalan Trans Pulau Flores.​ Kejadian ini tidak hanya melumpuhkan transportasi, tetapi juga mengancam keselamatan warga yang berani melintas.

Berikut ini Nusa Tenggara Indonesia akan mengupas tuntas kronologi kejadian, dampak lahar dingin, peringatan dini dari pihak berwenang, serta status terkini Gunung Lewotobi Laki-laki yang masih siaga tinggi.

Jalan Trans Flores Lumpuh Diterjang Lahar Dingin

Sabtu, 10 Januari 2026 sore, menjadi saksi bisu keganasan alam di Flores Timur. Banjir lahar dingin dari Gunung Lewotobi Laki-laki menerjang dan menutup ruas Jalan Trans Pulau Flores. Tepatnya di Desa Dulipali, Kecamatan Wulanggitang, akses utama penghubung antar wilayah pun terputus total.

Material banjir yang dibawa oleh lahar dingin ini bukan hanya air, melainkan bebatuan besar dan potongan kayu yang menumpuk di badan jalan. Kondisi ini membuat sejumlah pengguna jalan kesulitan untuk melintas, bahkan terpaksa berbalik arah mencari jalur alternatif.

Beberapa warga yang mencoba nekat menerobos derasnya arus lahar dingin berakhir terjebak. Mereka terpaksa harus dibantu oleh pengguna jalan lain yang berinisiatif menolong agar bisa melewati rintangan tersebut dengan selamat. Kejadian ini menggambarkan betapa bahayanya situasi saat itu.

Peringatan Dini Dari Petugas

Sebelum insiden penutupan jalan, Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki telah melaporkan adanya getaran banjir dari gunungapi tersebut. Peringatan dini ini disampaikan untuk mengantisipasi potensi bahaya yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.

Petugas PPGA Lewotobi Laki-laki, pada pukul 15:09 WITA, mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Mereka diminta menjauhi kali atau sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lewotobi, terutama dari arah Nobo ke Boru, Nobo ke Nurabelen, dan dari Hewa ke Nawokote.

Informasi mengenai getaran banjir ini sangat krusial untuk keselamatan warga. Diharapkan masyarakat dapat mematuhi imbauan tersebut demi menghindari risiko yang tidak diinginkan, mengingat potensi bahaya lahar dingin yang dapat datang kapan saja.

Baca Juga: Insiden Laut Labuan Bajo: KM Putri Sakinah Tenggelam, WNA Hilang, Dua Orang Dijerat Hukum

Ancaman Nyata, Material Vulkanik Tutupi Badan Jalan

 ​Ancaman Nyata, Material Vulkanik Tutupi Badan Jalan​​

Banjir lahar dingin membawa material vulkanik berupa bebatuan dan potongan kayu yang menumpuk di badan jalan. Material ini tidak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi merusak infrastruktur jalan secara permanen.

Akibat tumpukan material ini, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Kondisi ini secara efektif memutus akses transportasi, mengganggu aktivitas ekonomi, dan menghambat distribusi logistik di wilayah tersebut.

Upaya pembersihan material lahar dingin akan memerlukan waktu dan alat berat. Pihak berwenang diharapkan segera mengambil langkah tanggap darurat untuk membuka kembali akses jalan dan memastikan kelancaran mobilitas warga.

Gunung Lewotobi Laki-Laki Masih Berstatus Siaga (Level III)

Hingga saat ini, Tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level III atau Siaga. Status ini menunjukkan bahwa potensi erupsi lanjutan atau aliran lahar dingin masih sangat tinggi dan perlu diwaspadai.

Rekomendasi dari pihak berwenang sangat jelas: masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki serta pengunjung atau wisatawan dilarang melakukan aktivitas apapun. Batasan radius aman yang ditetapkan adalah 6 kilometer dari pusat erupsi.

Kewaspadaan tinggi dan kepatuhan terhadap rekomendasi ini adalah kunci untuk meminimalisir risiko bencana. Kolaborasi antara pemerintah daerah, badan penanggulangan bencana, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi ancaman Gunung Lewotobi Laki-laki.

Jangan lewatkan update berita seputaran  serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari kupang.tribunnews.com
  • Gambar Kedua dari detik.com