Cekcok akibat miras terjadi di NTT, menewaskan satu orang dan menyebabkan rumah pelaku ludes dibakar warga marah setempat.
Namun, di Watu Kariki Deta, Desa Weepangali, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Kamis dini hari (1/1/2026), perayaan tersebut justru berujung pada tragedi. Sebuah insiden penyerangan brutal yang dipicu oleh pesta minuman keras telah merenggut satu nyawa dan memicu kemarahan massa yang berujung pada pembakaran rumah.
Kasus ini menjadi pengingat menyakitkan tentang bahaya konsumsi alkohol berlebihan dan pentingnya pengendalian diri. Berikut ini, Nusa Tenggara Indonesia akan menyelami lebih dalam kronologi kejadian mengerikan ini yang kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian.
Cekcok Berujung Maut Dalam Pesta Miras
Insiden berdarah ini terjadi sekitar pukul 02.00 Wita. Diduga kuat, pemicunya adalah cekcok yang tak terkendali saat pesta minuman keras (miras). Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Sumba Barat Daya, Iptu Rivky Nugraha, membenarkan informasi ini kepada Kompas.com pada Kamis petang. Peristiwa ini mengguncang ketenangan malam tahun baru di wilayah tersebut.
Korban jiwa dalam insiden ini diketahui bernama Rikardus Umbu Tanggu Dendo. Berdasarkan penyelidikan awal kepolisian, sebelum kejadian nahas tersebut, Rikardus bersama pelaku dan beberapa teman lainnya berkumpul di rumah Vinsensius Dowa Riti. Mereka menikmati minuman keras jenis peci sambil bernyanyi karaoke, menciptakan suasana yang seharusnya penuh keakraban.
Namun, di tengah kemeriahan tersebut, ketegangan mulai muncul. Cekcok terjadi antara Rikardus dengan seorang saksi bernama Mardianus Tako. Perselisihan verbal ini dengan cepat memuncak menjadi kekerasan fisik ketika Rikardus memukul wajah Mardianus, mengubah suasana pesta menjadi arena pertikaian.
Penyerangan Sadis Dengan Senjata Tajam
Melihat Mardianus dipukul, seorang pria bernama Alfonsus Ngongo Laba, yang kini diduga sebagai pelaku utama, bereaksi secara brutal. Tanpa ragu, Alfonsus mencabut sebilah parang dan langsung menyerang Rikardus dengan senjata tajam tersebut. Serangan mendadak dan tanpa ampun itu membuat Rikardus mengalami luka parah.
Akibat luka-luka serius yang dideritanya, Rikardus Umbu Tanggu Dendo tidak dapat bertahan dan akhirnya meninggal dunia di tempat kejadian. Tragedi ini menjadi bukti nyata bagaimana emosi sesaat yang dipicu oleh miras dapat berujung pada tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa.
Tidak hanya sampai di situ, seorang teman korban bernama Martinus Pala berusaha menghentikan Alfonsus. Namun, niat baik Martinus untuk melerai justru berbuah petaka. Alfonsus membalas serangan Martinus, juga melukainya dalam proses tersebut, memperparah situasi yang sudah mencekam.
Baca Juga: Miras Picu Cekcok Di NTT, Satu Tewas Dan Rumah Dibakar
Dampak Pasca-Insiden, Pelarian Dan Pembakaran
Usai melakukan penyerangan brutal, Alfonsus Ngongo Laba tidak tinggal diam. Ia segera melarikan diri dari lokasi kejadian bersama Mardianus Tako, meninggalkan korban tewas dan Martinus yang terluka. Kepergian mereka memicu ketegangan yang luar biasa di lingkungan sekitar.
Kabar mengenai tewasnya Rikardus dan pelarian para pelaku dengan cepat menyebar. Keluarga korban, yang diliputi duka mendalam dan amarah yang meluap, meluapkan emosi mereka dengan cara yang drastis. Mereka membakar satu unit rumah yang diketahui milik pelaku, Alfonsus Ngongo Laba.
Selain rumah, sebuah sepeda motor milik Mardianus Tako juga menjadi sasaran amuk massa dan ikut dibakar. Tindakan ini menunjukkan betapa dalamnya rasa sakit dan kemarahan yang dirasakan keluarga serta komunitas akibat hilangnya nyawa Rikardus, menciptakan situasi yang semakin tidak terkendali.
Penyelidikan Dan Perburuan Pelaku
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian dari Polres Sumba Barat Daya masih terus melakukan penyelidikan intensif terkait kasus penyerangan dan pembunuhan yang menggemparkan ini. Fokus utama mereka adalah mengumpulkan bukti dan keterangan lengkap untuk mengungkap seluruh fakta di balik tragedi tersebut.
Selain penyelidikan, tim kepolisian juga sedang gencar memburu para pelaku, Alfonsus Ngongo Laba dan Mardianus Tako, yang melarikan diri pasca-insiden. Penangkapan mereka sangat krusial untuk memastikan keadilan ditegakkan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Kasus ini menjadi prioritas bagi kepolisian setempat, mengingat tingkat kekerasan dan dampak sosial yang ditimbulkannya. KOMPAS.com berkomitmen untuk terus memberikan fakta jernih dari lapangan, mendukung jurnalisme yang kredibel dalam meliput setiap perkembangan kasus ini hingga tuntas.
Jangan lewatkan update berita seputaran Nusa Tenggara Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com

