Posted in

Tragis! Perempuan Pengidap Epilepsi di Kupang Tewas Terjatuh ke Sumur

Perempuan Pengidap Epilepsi di Kupang Tewas Terjatuh ke Sumur
Perempuan Pengidap Epilepsi di Kupang Tewas Terjatuh ke Sumur
Bagikan

Seorang perempuan pengidap epilepsi di Kupang tewas setelah terjatuh ke dalam sumur, dan pentingnya keselamatan penyandang epilepsi.

Perempuan Pengidap Epilepsi di Kupang Tewas Terjatuh ke Sumur

Peristiwa tragis mengguncang warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Seorang perempuan yang diketahui mengidap penyakit epilepsi ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur di lingkungan tempat tinggalnya. Kejadian ini sontak mengundang perhatian publik dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban serta warga sekitar.

Kronologi Kejadian Tragis di Kupang

Peristiwa nahas ini terjadi di salah satu kawasan permukiman padat penduduk di Kota Kupang. Pada hari kejadian, korban diketahui keluar rumah seorang diri seperti biasanya. Namun hingga beberapa waktu berlalu, korban tak kunjung kembali ke rumah.

Keluarga yang mulai khawatir kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pencarian. Warga menyusuri area sekitar rumah korban, termasuk kebun dan halaman belakang, hingga akhirnya perhatian tertuju pada sebuah sumur yang berada tidak jauh dari lokasi.

Setelah diperiksa, korban ditemukan berada di dalam sumur dalam kondisi tidak bernyawa. Warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan aparat setempat untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Riwayat Epilepsi dan Kondisi Korban

Korban diketahui telah lama mengidap epilepsi dan rutin menjalani pengobatan. Penyakit epilepsi merupakan gangguan sistem saraf yang dapat menyebabkan kejang dan hilangnya kesadaran secara mendadak.

Kejang epilepsi dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan, termasuk saat penderita sedang berjalan atau beraktivitas ringan. Kondisi inilah yang diduga kuat menjadi penyebab korban kehilangan keseimbangan saat berada di sekitar sumur.

Pihak keluarga menyebutkan bahwa korban sehari-hari terlihat normal dan mampu beraktivitas mandiri. Namun, risiko kambuhnya epilepsi tetap menjadi ancaman yang tidak dapat diprediksi.

Baca Juga: Pemprov dan Polda Perkuat Sinergi Amankan Event Besar di NTB

Proses Evakuasi dan Penyelidikan Aparat

Proses Evakuasi dan Penyelidikan Aparat

Setelah menerima laporan warga, aparat kepolisian bersama tim terkait segera mendatangi lokasi kejadian. Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi sumur yang cukup dalam dan sempit.

Jenazah korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan awal. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan penyebab kematian dan menyingkirkan kemungkinan adanya unsur kekerasan.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Aparat menyimpulkan bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan murni akibat kondisi medis yang diderita korban.

Duka Mendalam Keluarga dan Warga Sekitar

Kabar meninggalnya korban membawa duka mendalam bagi keluarga. Suasana haru menyelimuti rumah duka saat jenazah disemayamkan untuk proses pemakaman. Tangisan keluarga pecah mengenang kepergian korban yang begitu mendadak.

Warga sekitar turut berempati dan memberikan dukungan moril kepada keluarga korban. Mereka membantu proses pemakaman dan memberikan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Korban dikenal sebagai sosok yang ramah dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam serta rasa kehilangan bagi lingkungan tempat tinggalnya.

Pentingnya Keselamatan Penyandang Epilepsi

Tragedi ini menjadi pengingat penting akan perlunya perhatian khusus terhadap keselamatan penyandang epilepsi. Lingkungan rumah harus dibuat lebih aman, seperti menutup sumur dengan penutup yang kuat dan mengurangi potensi bahaya di sekitar rumah.

Pendampingan keluarga juga sangat diperlukan, terutama ketika penderita epilepsi beraktivitas di luar rumah. Pengawasan sederhana dapat menjadi langkah preventif yang efektif untuk mencegah kecelakaan fatal.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang epilepsi dan penanganan pertama saat kejang sangat penting. Dengan pemahaman dan kepedulian bersama, risiko kejadian serupa diharapkan dapat diminimalkan di masa depan.

Luangkan waktu anda untuk membaca informasi terbaru dan terviral lainya hanya ada di Nusa Tenggara Indonesia.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari Kompas Regional
  2. Gambar Kedua dari Republika