Sekolah di NTT ambruk mendadak saat siswa berteduh, menewaskan satu anak, Insiden ini mengejutkan warga dan memicu duka mendalam.
Kejadian tragis menimpa sebuah sekolah di Nusa Tenggara Timur ketika bangunan tiba-tiba ambruk. Seorang siswa yang tengah berteduh menjadi korban, menimbulkan kepanikan dan kesedihan di kalangan murid, guru, dan warga sekitar. Insiden ini memicu perhatian serius terhadap kondisi bangunan sekolah di wilayah tersebut. Simak kronologi lengkapnya hanya di Nusa Tenggara Indonesia.
Insiden Runtuhnya Bangunan Sekolah Di NTT
Bangunan SD Inpres Oepula yang terletak di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, runtuh secara mendadak saat tiga siswa tengah berteduh di bawahnya.
Peristiwa nahas ini terjadi pada sore hari ketika sekolah sedang libur dan tidak ada kegiatan belajar mengajar. Material bangunan yang sudah lama tidak terawat tiba-tiba ambruk, menimbulkan kepanikan di antara warga sekitar yang segera mendengar suara runtuhan.
Salah satu siswa, Noldi Kause (9), dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa puing-puing bangunan, sedangkan dua siswa lain mengalami luka-luka cukup serius dan harus dilarikan ke rumah sakit. Bangunan yang dibangun sejak tahun 1991 ini memang sudah tidak digunakan sejak 2023, sehingga kondisinya sangat rapuh dan berisiko tinggi bagi siapa pun yang berada di dekatnya.
Warga sekitar segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib dan tim pertolongan, yang kemudian merespons dengan cepat untuk melakukan evakuasi dan memastikan keselamatan di lokasi kejadian.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Kondisi Korban Dan Evakuasi
Korban tewas, Noldi, langsung dinyatakan meninggal di lokasi akibat tertimpa reruntuhan. Dua siswa lainnya, Juliana Nenohai (13) dan Jekson Nenoliu (9), dilarikan ke rumah sakit dengan luka serius, termasuk jahitan di kepala dan tubuh. Tim SAR dan kepolisian fokus mengevakuasi korban sekaligus memastikan lokasi aman dari bahaya lanjutan. Warga dan keluarga korban menyampaikan duka cita mendalam, sementara proses medis untuk dua siswa lainnya terus berjalan.
Baca Juga: Langkah Mengejutkan Bupati Ngada Usai Temuan Inspektorat NTT Soal Sekda
Penyebab Runtuhnya Bangunan
Bangunan SD Inpres Oepula sudah lama tidak digunakan karena kondisinya tidak layak dan tidak aktif sejak tiga tahun terakhir. Pihak BPBD Kabupaten TTS menyebut struktur bangunan yang dibangun pada 1991 tersebut diduga rapuh dan tidak memenuhi standar keselamatan. Kurangnya perawatan menjadi faktor utama ambruknya struktur ketika ketiga siswa berteduh di bawahnya. Aparat setempat berencana melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan semua penyebab runtuhnya bangunan dapat teridentifikasi.
Reaksi Warga Dan Lingkungan Sekolah
Warga Desa Nifukani terkejut dan berduka atas kejadian tragis tersebut. Orang tua dan guru mengecam kondisi bangunan yang tidak aman namun tetap berdiri di area publik. Banyak yang menyatakan insiden ini meningkatkan kekhawatiran soal keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah dengan banyak bangunan tua. Diskusi mengenai perbaikan dan pengawasan bangunan sekolah kini menjadi topik hangat di komunitas setempat.
Upaya Tindak Lanjut Dan Pencegahan
Pemerintah daerah bersama BPBD berencana mengevaluasi bangunan sekolah lain yang berpotensi berbahaya di Kabupaten TTS. Pemeriksaan menyeluruh terhadap sekolah yang memiliki struktur lama atau tidak digunakan akan dilakukan untuk mencegah insiden serupa.
Orang tua dan warga berharap langkah perbaikan menjadi prioritas agar tidak ada korban lain. Aparat juga akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya bangunan tak layak guna meningkatkan kewaspadaan publik.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.google.com
- Gambar Kedua dari www.google.com

