Posted in

Waspada! Hujan Lebat Guncang NTT, Diperkirakan Terjadi Hingga Awal Januari

Hujan Lebat Guncang NTT Diperkirakan Hingga Januari
Hujan Lebat Guncang NTT Diperkirakan Hingga Januari
Bagikan

Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) diimbau meningkatkan kewaspadaan hujan lebat diperkirakan mengguyur wilayah hingga awal Januari 2026.

Hujan Lebat Guncang NTT Diperkirakan Hingga Januari

BMKG mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang yang diperkirakan akan berlangsung hingga awal 2026. Warga diminta memantau perkembangan cuaca secara rutin dan mengambil langkah antisipasi. Terutama di daerah rawan banjir atau tanah longsor, guna menjaga keselamatan diri dan keluarga dari dampak cuaca ekstrem ini.

Temukan informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Nusa Tenggara di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Nusa Tenggara Indonesia.

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di NTT

BMKG memperingatkan potensi hujan lebat di sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 1 Januari 2026. Menurut Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Isabela Restu Astuti. Hujan yang turun berintensitas sedang hingga lebat berpotensi disertai kilat dan angin kencang dengan durasi singkat.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama di daerah rawan banjir dan tanah longsor. Serta memastikan keamanan rumah dan lingkungan sekitar. BMKG juga menyarankan warga memantau informasi cuaca terkini.

Agar dapat mengambil langkah antisipasi yang tepat. Pihak berwenang diminta meningkatkan koordinasi mitigasi bencana untuk meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem selama periode peralihan tahun ini.

Siklon Tropis Hayley Picu Hujan Lebat dan Angin

BMKG memperingatkan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang hingga awal Januari 2026. Penyebab utama kondisi cuaca ekstrem ini adalah Siklon Tropis Hayley, yang saat ini berada di wilayah Samudra Hindia, selatan NTT.

Meski bergerak menjauhi NTT, siklon ini memicu terbentuknya daerah belokan angin, pertemuan, dan perlambatan kecepatan angin di sekitar wilayah NTT. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat, terutama di wilayah pegunungan dan dataran rendah yang rawan banjir.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memantau perkembangan cuaca secara rutin, mengamankan rumah dan lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan di daerah yang rawan longsor dan genangan air.

Baca Juga: Momen Haru, Istri Pelatih Valencia Bersimpuh dan Menangis

Sebagian Besar Wilayah NTT Berpotensi Diguyur Hujan

Sebagian Besar Wilayah NTT Berpotensi Diguyur Hujan

BMKG kembali mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem hingga awal Januari 2026. Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Isabela Restu Astuti, menjelaskan bahwa pada Selasa (30/12).

Selain itu, pada Rabu (31/12), potensi cuaca buruk akan terjadi di sejumlah kabupaten, termasuk Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Belu, Malaka, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, dan Alor.

Pihak berwenang juga diminta memperkuat koordinasi mitigasi bencana, termasuk kesiapan posko tanggap darurat, agar potensi dampak cuaca ekstrem ini dapat diminimalkan. Masyarakat disarankan menunda aktivitas di luar rumah saat hujan deras disertai angin kencang dan petir untuk mengurangi risiko kecelakaan.

ujan Lebat dan Angin Kencang di NTT Hingga 1 Januari

BMKG kembali mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang hingga awal Januari 2026. Pada Kamis (1/1), wilayah yang diperkirakan terdampak cuaca buruk meliputi Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Malaka, Belu, Sikka, Flores Timur, Lembata, dan Alor.

Peringatan dini yang diterbitkan BMKG menekankan bahwa hujan lebat dan angin kencang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan genangan di daerah rawan. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca secara berkala. Mengamankan rumah dan lingkungan sekitar.

Luangkan waktu anda untuk membaca informasi terbaru dan terviral lainya hanya ada di Nusa Tenggara Indonesia.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari SINDOnews.com
  • Gambar Kedua dari ANTARA News Kupang