Kakek di Kupang hilang diduga terseret banjir saat pergi ke kebun, warga panik, pencarian masih berlangsung intensif di lokasi.
Kupang digegerkan dengan hilangnya seorang kakek saat menuju kebunnya di tengah banjir deras. Diduga arus sungai membawa korban dan membuat warga setempat panik. Pencarian pun dilakukan secara intensif untuk menemukan kakek tersebut.
Nusa Tenggara Indonesia ini merangkum kronologi kejadian, upaya evakuasi, dan kondisi terkini di lokasi banjir.
Kakek Di Kupang Hilang, Diduga Terseret Banjir Saat Pergi Ke Kebun!
Kamis (5/2/2026), seorang kakek berusia 81 tahun dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus banjir saat menuju kebunnya di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Kejadian ini terjadi di Desa Nekbaun, Kecamatan Amarasi Barat, dan hingga saat ini korban belum ditemukan. Upaya pencarian yang dilakukan tim SAR bersama warga terus berlangsung di sekitar sungai dan area kebun tempat korban terakhir terlihat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Kronologi Kejadian Hilangnya Kakek
Kakek Yohanis Bureni (81) dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah pergi ke kebun miliknya sekitar pukul 09.00 Wita. Seorang warga sempat melihatnya berada di pinggir Sungai Totgom, tak jauh dari lokasi kebun, namun ia kemudian menghilang begitu saja.
Setelah korban tak kunjung pulang sampai sore, keluarga bersama warga setempat melakukan pencarian di sekitar kebun dan sungai. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil, membuat keluarga akhirnya melapor ke pihak berwajib.
Berdasarkan laporan keluarga, sekitar pukul 11.00 Wita korban terakhir terlihat di area jembatan Totgom. Sejak itu, belum ada informasi jelas mengenai keberadaannya, dan pencarian terus dilanjutkan.
Baca Juga: 5 Koruptor Jalan Rp 24 M Divonis, Tapi Apakah Rakyat Manggarai Barat Benar-Benar Mendapat Keadilan?
Upaya Pencarian Korban Oleh Tim SAR
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang langsung menerjunkan tim SAR sebanyak sembilan personel ke lokasi kejadian. Mereka dilengkapi dengan peralatan pencarian dan kendaraan rescue untuk membantu operasi di lapangan.
Pencarian dilakukan secara menyeluruh di sekitar sungai serta jalur yang diduga dilintasi korban sebelum hilang. Tim juga dibantu oleh BPBD Kabupaten Kupang, Polsek Amarasi, serta masyarakat dan keluarga dalam proses pencarian tersebut.
Meski pencarian telah dilakukan sejak awal, hingga kini hasilnya masih nihil. Upaya pencarian akan terus dilanjutkan, termasuk penyisiran sungai dan hutan, untuk menemukan korban dalam kondisi aman.
Kondisi Sungai Dan Dugaan Seretan Banjir
Kejadian hilangnya Yohanis bertepatan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu di wilayah Kupang. Sungai Totgom yang dipenuhi aliran air deras saat banjir diperkirakan menjadi lokasi di mana korban terseret oleh arus.
Banjir dan arus sungai yang kuat sering kali menyebabkan kecelakaan di wilayah NTT, khususnya saat musim hujan. Arus deras ini meningkatkan risiko terseretnya korban saat berada di dekat sungai tanpa perlindungan.
Keluarga korban serta warga sekitar berharap agar korban segera ditemukan. Mereka juga terus mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kondisi banjir, terutama di area sungai dan kebun yang rentan terdampak arus deras.
Dukungan Dan Respons Masyarakat
Respons cepat dari warga dan pihak berwajib menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap nasib korban. Warga secara sukarela membantu tim SAR dalam menyisir lokasi yang sulit dan berisiko tinggi untuk memastikan pencarian berjalan maksimal.
Pihak keluarga kakek Yohanis juga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh tim SAR, instansi terkait, serta warga yang terlibat. Mereka berharap upaya tersebut dapat segera membuahkan hasil yang terbaik.
Sementara itu, pihak berwajib terus mengimbau masyarakat agar berhati‑hati dan menghindari lokasi rawan banjir atau arus sungai kuat, terutama saat musim hujan tiba.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari sumba.inews.id

