Warga Ngada, NTT, diliputi duka setelah seorang bocah SD ditemukan gantung diri di pohon cengkih, Polisi selidiki penyebab tragedi ini.
Kesedihan menyelimuti warga Ngada, NTT, setelah seorang bocah kelas 4 SD ditemukan tewas gantung diri di pohon cengkih. Peristiwa tragis ini mengejutkan lingkungan sekitar dan menimbulkan duka mendalam.
Kasus Nusa Tenggara Indonesia ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan anak dan perlunya dukungan bagi keluarga serta masyarakat sekitar untuk mencegah tragedi serupa.
Tragedi Bocah SD Gantung Diri Di Ngada, NTT
Seorang bocah laki-laki kelas 4 SD ditemukan tewas gantung diri di pohon cengkih milik neneknya di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/1/2026). Peristiwa ini mengejutkan warga setempat dan menimbulkan duka mendalam.
Bocah bernama YS itu tinggal bersama neneknya di pondok dekat kebun cengkih. Orang tuanya berdomisili di desa tetangga, sehingga nenek menjadi pengasuh utama sehari-hari.
Lokasi kejadian hanya sekitar tiga meter dari pondok, dengan pohon cengkih setinggi sekitar 15 meter dan tali gantung sepanjang lima meter. Temuan ini membuat warga dan aparat setempat merasa terpukul.
Kronologi Kejadian Tragis
Menurut Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage, malam sebelum kejadian YS menginap di rumah orang tuanya. Keesokan paginya, ia kembali ke pondok neneknya tetapi tidak pergi ke sekolah.
Saat neneknya sedang membantu pekerjaan di rumah tetangga, YS berada di kebun dekat pondok. Tidak ada saksi yang melihat peristiwa langsung, sehingga penyebab bocah itu gantung diri masih menjadi fokus penyelidikan.
Penemuan jasad dilakukan oleh warga yang hendak mengikat ternaknya di kebun. Warga tersebut langsung memberitahu nenek YS, yang saat itu berada di rumah tetangga, setelah melihat kondisi bocah malang tersebut.
Baca Juga: Tragedi Berdarah Pasola, Seorang Pria Tewas Mengenaskan di Tengah Keramaian
Reaksi Keluarga Dan Warga
Kematian YS menimbulkan suasana haru dan duka mendalam bagi keluarga serta tetangga sekitar. Nenek YS mengaku sangat terpukul karena sehari-hari merawat cucunya dengan penuh perhatian.
Warga setempat juga ikut berbelasungkawa dan membantu keluarga menghadapi kehilangan yang tiba-tiba. Mereka menekankan pentingnya perhatian lebih terhadap anak-anak, terutama yang tinggal jauh dari orang tua.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan perlunya pemantauan dan komunikasi rutin antara anak, keluarga, dan lingkungan sekitar. Dukungan moral sangat dibutuhkan agar keluarga dapat menghadapi masa sulit ini.
Penanganan Dan Tindak Lanjut
Polisi langsung mengevakuasi jenazah YS dari lokasi kejadian. Kondisinya saat ditemukan sudah tidak bernyawa. Aparat kepolisian melakukan identifikasi awal dan pemeriksaan tempat kejadian perkara.
Camat Jerebuu menegaskan bahwa pihak berwenang akan menyelidiki lebih lanjut untuk mengetahui penyebab di balik tindakan tragis ini. Pendalaman dilakukan dengan wawancara keluarga, tetangga, dan saksi yang menemukan jenazah.
Selain itu, pihak desa dan aparat keamanan setempat diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan memberikan edukasi tentang keselamatan serta kesehatan mental. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah lokal.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari mojok.co

