Danau Kelimutu NTT dihebohkan oleh suara gemuruh misterius yang terdengar dan memicu kekhawatiran warga serta wisatawan.
Badan Geologi Kementerian ESDM memberikan penjelasan terkait penyebab fenomena alam tersebut. Hasil pemantauan menyebutkan suara berasal dari peningkatan aktivitas gas vulkanik di bawah permukaan danau.
Suara Misterius Menggema di Danau Kelimutu NTT
Warga sekitar Danau Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), dihebohkan dengan suara gemuruh misterius yang terdengar pada Selasa (14/1/2026) pagi. Suara tersebut menggema selama beberapa menit dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan penduduk dan wisatawan.
Fenomena ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk pemerintah daerah dan Badan Geologi. Beberapa warga awalnya mengira gemuruh itu berasal dari aktivitas alam yang tidak biasa, seperti letusan atau pergerakan tanah.
Kepala Desa Pemo, salah satu desa di sekitar Danau Kelimutu, mengatakan bahwa warga awalnya panik, namun sebagian besar memilih tetap berada di rumah sambil mengamati kondisi sekitar danau dengan cermat. Meski terdengar menggelegar, Badan Geologi memastikan kondisi Danau Kelimutu masih aman dan terus dipantau secara intensif.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Nusa Tenggara di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Nusa Tenggara Indonesia.
Klarifikasi Resmi Badan Geologi
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) langsung menurunkan tim untuk melakukan pemantauan kondisi Danau Kelimutu. Tim melakukan pengukuran getaran, suhu air, dan aktivitas gas vulkanik di tiga kawah danau yang terkenal itu.
Hasil sementara menunjukkan bahwa suara gemuruh disebabkan oleh aktivitas gas vulkanik yang meningkat di bawah permukaan danau. Gas vulkanik tersebut menyebabkan tekanan sehingga muncul gelembung besar yang meletup ke permukaan dan menimbulkan suara gemuruh.
Kepala Tim Badan Geologi, Dr. Hendra Putra, menjelaskan bahwa fenomena ini termasuk alami dan rutin terjadi di kawah vulkanik. Meskipun terdengar menakutkan, aktivitas saat ini tidak menunjukkan potensi letusan yang membahayakan warga sekitar.
Baca Juga: Banjir Lumpuhkan Aktivitas Belajar! Ratusan Siswa SD di Sekotong Dipulangkan
Dampak terhadap Warga dan Wisatawan
Meskipun tidak membahayakan secara langsung, gemuruh di Danau Kelimutu menimbulkan kepanikan ringan di kalangan warga dan wisatawan. Beberapa pengunjung memilih menunda kunjungan untuk sementara waktu.
Pihak keamanan dan pemerintah desa melakukan patroli dan sosialisasi agar warga tetap tenang dan menjauh dari pinggir danau selama fenomena berlangsung. Informasi tentang kondisi danau juga disebarkan melalui media sosial untuk mencegah berita hoaks atau kepanikan berlebihan.
Pemandu wisata setempat mengimbau pengunjung untuk tetap menghormati alam dan mematuhi arahan petugas terkait, termasuk tidak mencoba mendekat ke permukaan kawah danau.
Langkah Penanganan dan Pemantauan Lanjutan
Badan Geologi menegaskan bahwa pemantauan akan dilakukan secara berkala. Tim ahli akan terus memantau tekanan gas, suhu air, dan aktivitas seismik untuk memastikan keselamatan warga dan wisatawan.
Selain itu, pemerintah daerah bersama Badan Geologi merencanakan pemasangan alat pemantau otomatis untuk mendeteksi perubahan aktivitas gas vulkanik secara real-time. Hal ini diharapkan dapat memberikan peringatan dini jika ada peningkatan risiko yang signifikan.
Dr. Hendra Putra menambahkan bahwa fenomena gemuruh ini merupakan salah satu keunikan Danau Kelimutu, sekaligus menjadi pengingat akan aktivitas vulkanik yang selalu ada di kawasan Nusa Tenggara Timur. Warga dan wisatawan diimbau tetap waspada namun tidak panik.
Luangkan waktu anda untuk membaca informasi terbaru dan terviral lainya hanya ada di Nusa Tenggara Indonesia.
Sumber Informasi Gambar:
-
- Gambar Utama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari antaranews.com

