Pertamina tingkatkan koordinasi lintas sektor di Lembata untuk memastikan pasokan BBM aman dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Pertamina memperkuat kerja sama dengan berbagai sektor di Kabupaten Lembata guna menjaga ketersediaan BBM. Langkah ini memastikan pasokan energi tetap lancar, mendukung aktivitas masyarakat, serta mencegah gangguan distribusi.
Dengan koordinasi intensif ini, Pertamina menegaskan komitmennya menghadirkan layanan energi yang andal di wilayah Nusa Tenggara Indonesia.
Pertamina Perkuat Koordinasi Jaga Pasokan BBM Di Lembata
PT Pertamina Patra Niaga melakukan langkah strategis dengan memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, untuk memastikan pasokan BBM tetap aman di Kabupaten Lembata. Hal ini dilakukan meski distribusi sempat terganggu akibat cuaca buruk yang melanda perairan Larantuka, Adonara-Solor, dan Lembata. Langkah ini diambil untuk menjaga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa adanya gangguan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa koordinasi ini juga untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan BBM. Pengawasan dilakukan secara ketat terhadap pelangsir dan kendaraan yang terindikasi melanggar aturan, termasuk pemblokiran nomor polisi jika diperlukan. Pertamina bersama aparat dan pemerintah daerah aktif melakukan pemantauan untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
Dalam praktiknya, Pertamina menegaskan selalu mengutamakan kelancaran distribusi agar masyarakat tidak mengalami kelangkaan energi. Stok BBM dipantau secara masif di lapangan, sehingga setiap kendala dapat segera diantisipasi. Dengan adanya koordinasi lintas sektor ini, potensi gangguan distribusi bisa diminimalkan, sekaligus menjaga transparansi dalam proses penyaluran BBM.
Gangguan Distribusi Akibat Cuaca Buruk
Pada awal pekan lalu, cuaca ekstrem menyebabkan gangguan transportasi laut yang menghambat pengiriman BBM ke Pulau Adonara dan Pulau Lembata. Sesuai arahan Otoritas Pelabuhan Larantuka, penyeberangan kapal pengangkut BBM tidak dapat dilakukan karena gelombang tinggi di Selat Solor dan Selat Lembata. Kondisi ini sempat menimbulkan keterlambatan distribusi, sehingga pengaturan penjualan BBM sementara dilakukan untuk menjaga stok di wilayah terdampak.
Ahad Rahedi menambahkan, kondisi cuaca yang buruk membuat pengiriman kapal dari Pelabuhan Larantuka harus diatur ulang. Pertamina mengajukan rekomendasi kepada KUPP Larantuka untuk melanjutkan proses bongkar muat kapal BBM saat jam operasional pelabuhan. Seluruh langkah ini bertujuan agar distribusi tetap berjalan tanpa mengorbankan keamanan kapal maupun keselamatan awak.
Selain itu, koordinasi dengan Bupati Lembata dan Bupati Flores Timur dilakukan untuk menyusun jadwal pengiriman BBM yang aman dan terkontrol. Dengan pengaturan sementara ini, stok BBM tetap tersedia, dan aktivitas masyarakat maupun kegiatan ekonomi di pulau-pulau terdampak tetap berjalan.
Baca Juga: BBM Langka Parah! Harga Pertalite di Lembata Tembus Rp 50 Ribu per Liter
Upaya Mitigasi Dan Pengawasan BBM
Pertamina Patra Niaga juga menekankan pentingnya mitigasi risiko penyalahgunaan BBM selama proses distribusi. Aparat penegak hukum dilibatkan untuk memantau penyaluran dan memastikan BBM tidak dialihkan ke pihak yang tidak berhak. Penertiban dilakukan terhadap pelangsir atau kendaraan yang mencoba menyalahgunakan BBM, sehingga distribusi tetap sesuai kebutuhan masyarakat.
Proses pemantauan ini dilakukan secara real-time di lapangan. Setiap pengiriman dan penjualan BBM dikontrol dengan cermat, termasuk memeriksa kendaraan yang mengambil BBM dari depot. Dengan sistem pengawasan yang ketat, Pertamina dapat memastikan stok BBM selalu aman dan tidak menimbulkan kelangkaan di wilayah Lembata.
Koordinasi ini menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap distribusi BBM. Sinergi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum menjadi kunci kelancaran distribusi, terutama saat menghadapi kendala alam seperti cuaca buruk dan gangguan transportasi laut.
Kondisi Distribusi Kini Kembali Normal
Hingga saat ini, kondisi distribusi BBM di Pulau Lembata dan Adonara sudah mulai normal. Kapasitas distribusi rata-rata mencapai 25–35 kiloliter per hari, sehingga kebutuhan energi masyarakat terpenuhi. Kehadiran jembatan koordinasi antara Pertamina, pemerintah, dan aparat penegak hukum terbukti efektif menjaga pasokan tetap lancar.
Ahad Rahedi menekankan bahwa langkah koordinasi lintas sektor ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk menyediakan energi yang andal bagi masyarakat di seluruh wilayah, termasuk daerah yang rawan gangguan distribusi. Langkah proaktif ini juga membantu mencegah praktik penyalahgunaan BBM yang merugikan masyarakat.
Dengan koordinasi yang semakin intensif, Pertamina memastikan masyarakat di Lembata tetap mendapatkan pasokan energi tanpa hambatan. Sinergi ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antar lembaga dapat menghadirkan solusi cepat dalam menjaga ketersediaan BBM, sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari cnbcindonesia.com
- Gambar Kedua dari liputan6.com

