Sungai Loworea di Ende meluap, puluhan rumah terendam banjir bandang, Warga dievakuasi, petugas siaga di lokasi terdampak.
Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Ende akibat luapan Sungai Loworea. Puluhan rumah warga terendam, memaksa evakuasi darurat.
Petugas gabungan terus siaga membantu warga terdampak, sementara kondisi cuaca dan aliran sungai tetap dipantau secara intensif. Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap bencana hidrometeorologi di wilayah rawan banjir, Simak ulasan lengkapnya di Nusa Tenggara Indonesia.
Luapan Sungai Loworea Terjang Desa Wewaria, Puluhan Rumah Terendam
Puluhan rumah di Dusun Paupanda 2, Desa Wewaria, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), terendam banjir akibat meluapnya Sungai Loworea pada Minggu (11/1/2025) malam. Peristiwa ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. Kepala Desa Wewaria, Firmus Lise, menjelaskan bahwa sekitar 20 rumah mengalami terendam banjir, sementara air juga merendam area persawahan di sekitarnya.
Ketinggian air tercatat mencapai sekitar 30 sentimeter. Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Ende menunjukkan kerentanan desa terhadap bencana hidrometeorologi.
Luapan sungai Loworea bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi merusak tanaman pertanian dan aset ekonomi masyarakat setempat. Firmus menekankan bahwa peringatan dini penting agar warga tetap waspada, terutama saat hujan intensitas tinggi diprediksi masih berlangsung.
Evakuasi Hewan Dan Kesiapsiagaan Warga
Meski rumah-rumah terendam, warga Desa Wewaria memilih bertahan di rumah masing-masing dan tidak melakukan pengungsian. Namun, sejumlah hewan peliharaan dievakuasi ke tempat aman untuk menghindari risiko kerugian lebih besar.
Firmus Lise menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga meskipun air mulai surut pada Senin (12/1/2025) siang. Kebijakan warga tetap di rumah mencerminkan kepercayaan pada ketinggian banjir yang masih bisa dikelola, tetapi tetap menimbulkan kekhawatiran akan banjir susulan.
Pengawasan intensif terhadap aliran Sungai Loworea dan peringatan dini dari pemerintah desa dianggap menjadi kunci mitigasi risiko.
Baca Juga: Hujan Deras Menghambat Pencarian Siswa Tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai
Potensi Banjir Susulan Dan Peringatan Cuaca
Kepala Desa Wewaria mengingatkan bahwa potensi banjir susulan masih tinggi karena kondisi cuaca yang belum stabil. Intensitas hujan diprediksi masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Apabila hujan kembali mengguyur, air Sungai Loworea berpotensi meluap lagi dan mengancam rumah-rumah warga yang sebelumnya telah terdampak. Pemerintah desa bersama warga terus memantau debit air sungai dan kondisi cuaca.
Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende juga dilakukan untuk memastikan kesiapan logistik dan bantuan jika banjir susulan terjadi. Warga diimbau untuk tetap waspada, menyiapkan barang berharga, dan memindahkan hewan ternak ke lokasi aman.
Penanganan Dan Pemulihan Wilayah Terdampak
Hingga Senin siang, sebagian besar air mulai surut. Pemerintah desa dan aparat setempat bekerja membersihkan pemukiman dan lahan persawahan dari sisa material banjir.
Langkah-langkah pemulihan mencakup pembersihan saluran air, pengecekan kondisi rumah warga, dan pemulihan akses jalan yang sempat terendam. Firmus Lise menekankan bahwa kesiapsiagaan jangka panjang sangat penting.
Pembuatan tanggul darurat dan normalisasi sungai menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko luapan di masa depan. Warga diimbau tetap waspada dan melaporkan potensi ancaman banjir sehingga langkah cepat dapat diambil untuk meminimalkan kerugian dan menjaga keselamatan masyarakat.
Luangkan waktu anda untuk membaca informasi terbaru dan terviral lainya hanya ada di Nusa Tenggara Indonesia.
Sumber Informasi Gambar:
-
- Gambar Utama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari rri.co.id

