Kasus dugaan pencurian oleh polwan di NTT mengejutkan publik dan aparat kepolisian setempat setelah dilaporkan ke Propam.
Peristiwa yang melibatkan seorang anggota Polres Rote Ndao itu membuat banyak warga bertanya‑tanya tentang integritas aparat keamanan. Dugaan tindakan tidak terpuji ini kini sedang ditangani aparat dengan melibatkan unit khusus internal polisi untuk menyelidiki seluruh fakta di lapangan. Simak berita selengkapnya hanya di Nusa Tenggara Indonesia.
Kronologi Kejadian Di Salon
Polwan berinisial YM dilaporkan mencuri uang pelanggan salon senilai sekitar Rp 1,1 juta di Jalan Ba’a‑Busalangga, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Jumat (6/3/2026). Peristiwa itu terungkap ketika korban bernama Sabrina Ana Flora hendak membayar layanan yang baru saja diterimanya.
Saat korban meninggalkan tas berisi uang di kursi untuk pergi ke toilet, uang tersebut kemudian hilang saat ia kembali menjalani perawatan. Sabrina mencurigai perilaku YM dan langsung menggunakan layanan pengaduan Propam Polres Rote Ndao untuk melapor atas kejadian yang dialaminya.
Kasus ini segera ditindaklanjuti oleh petugas, yang kemudian membawa kedua pihak terduga pelaku dan korban ke kantor polisi untuk klarifikasi. Dugaan pencurian ini menarik perhatian warga karena aktor utamanya adalah seorang anggota kepolisian sendiri yang seharusnya menjadi penegak hukum.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Penanganan Oleh Propam
Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono menyatakan bahwa Propam Polres Rote Ndao sudah menerima laporan korban dan kini tengah memproses dugaan pencurian tersebut secara internal. Klarifikasi dan pemeriksaan telah dilakukan di ruangan Sipropam untuk menggali keterangan dari terduga pelaku dan saksi.
Dalam proses klarifikasi, YM dilaporkan mengakui perbuatannya dan uang yang diambil kemudian disita sebagai barang bukti. Meski demikian, pihak kepolisian belum menahan polwan tersebut dan masih menunggu petunjuk dari Bidpropam Polda NTT terkait jenis pelanggaran yang akan dikenakan.
Propam akan menentukan apakah kasus ini merupakan pelanggaran disiplin atau kode etik. Unit internal kepolisian berkomitmen menuntaskan kasus ini secara transparan sesuai prosedur hukum dan aturan internal Polri yang berlaku, sambil tetap memberikan kepastian hukum bagi korban dan pelaku.
Baca Juga: Bupati Flores Timur Turun Tangan, Tapi Benarkah Konflik Antar Desa Ini Bisa Tenang?
Reaksi Warga Dan Dampak Kasus
Peristiwa ini memicu keprihatinan di kalangan warga setempat, yang merasa terkejut seorang anggota polisi dituduh terlibat perkara kriminal. Banyak warga menyatakan kekecewaan karena aparat yang seharusnya menjadi pelindung justru diduga melakukan tindakan yang merugikan masyarakat.
Pemilik salon bahkan ikut melaporkan kejadian ini kepada kepolisian karena aksi tersebut terjadi di tempat usahanya. Pelaporan ini sebagai bentuk upaya mendapatkan keadilan sekaligus menjaga reputasi usaha agar pelanggan lain merasa aman berkunjung.
Kasus ini juga menjadi perhatian lebih luas dan mendorong masyarakat untuk lebih berani melapor bila terjadi pelanggaran serupa, terutama ketika yang diduga melakukan merupakan aparat pemerintah. Diharapkan, proses hukum berjalan adil dan memberi efek jera bagi siapa pun yang melanggar aturan.
Implikasi Dan Langkah Lanjutan
Kasus dugaan pencurian oleh anggota Polri ini menunjukkan bahwa institusi kepolisian perlu terus meningkatkan pengawasan internal terhadap anggotanya. Penanganan yang transparan akan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penegak hukum di daerah.
Selain itu, keterlibatan Propam dalam menangani kasus ini menjadi contoh bahwa mekanisme pengaduan internal dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan laporan terhadap anggota polisi. Hal ini diharapkan memperkuat fungsi kontrol sosial dan profesionalisme aparat.
Sementara itu, korban dan masyarakat terus mengikuti perkembangan kasus ini dengan harapan proses hukum berjalan cepat dan adil. Hasil penanganan dari Polda NTT nantinya akan menjadi rujukan dalam menentukan sanksi yang tepat bagi pelaku.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com

