Upaya transisi energi bersih di Indonesia terus diperluas, termasuk di lingkungan pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat.
Temuan ini menjadi sorotan karena sejalan dengan upaya pemerintah mendorong transisi energi bersih serta efisiensi belanja daerah.
Penggunaan kendaraan listrik dinilai mampu menekan biaya operasional yang selama ini didominasi oleh pengeluaran bahan bakar fosil dan perawatan mesin konvensional.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Nusa Tenggara di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Nusa Tenggara Indonesia.
Hasil Kajian ESDM Soal Efisiensi Biaya Operasional
Dalam kajian yang dilakukan ESDM, perbandingan biaya operasional antara mobil konvensional dan mobil listrik dihitung berdasarkan konsumsi energi, biaya perawatan, serta umur pakai kendaraan.
Mobil listrik dinilai lebih hemat karena tidak memerlukan bahan bakar minyak, memiliki lebih sedikit komponen bergerak, serta biaya servis yang relatif lebih rendah. Pengeluaran rutin seperti penggantian oli mesin, filter, dan komponen pembakaran dapat dihilangkan.
Berdasarkan simulasi penggunaan harian kendaraan dinas kepala OPD, biaya listrik untuk pengisian daya jauh lebih murah dibandingkan pembelian BBM dalam jangka panjang.
Akumulasi penghematan ini, menurut kajian ESDM, bisa mencapai sekitar 40 persen per tahun dari total anggaran operasional kendaraan. Angka tersebut dinilai cukup signifikan untuk membantu efisiensi belanja daerah tanpa mengurangi mobilitas dan kinerja pejabat.
Dampak Penggunaan Mobil Listrik Bagi APBD NTB
Bagi Pemerintah Provinsi NTB, hasil kajian ini membuka peluang untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Dengan beban belanja rutin yang lebih ringan, dana yang selama ini dialokasikan untuk operasional kendaraan dinas dapat dialihkan ke sektor prioritas lain, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.
Selain penghematan langsung, penggunaan mobil listrik juga berpotensi menekan biaya tidak langsung, seperti subsidi energi dan dampak kesehatan akibat polusi udara.
NTB yang memiliki potensi energi baru terbarukan, terutama tenaga surya, dinilai memiliki keunggulan dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik. Pemanfaatan energi lokal untuk pengisian daya kendaraan dinas akan semakin memperkuat kemandirian energi daerah.
Baca Juga:
Tantangan Infrastruktur Dan Kesiapan Daerah
Meski menjanjikan penghematan, penerapan mobil listrik di lingkungan OPD NTB tidak lepas dari tantangan. Ketersediaan infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) masih terbatas, terutama di luar kawasan perkotaan.
Kajian ESDM menekankan pentingnya perencanaan bertahap agar penggunaan mobil listrik tidak mengganggu aktivitas kedinasan.
Selain infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Pengemudi dan pengelola aset daerah perlu dibekali pemahaman terkait pengoperasian dan perawatan kendaraan listrik.
Pemerintah daerah juga harus memastikan sistem pengadaan dan pemeliharaan sesuai regulasi agar transisi ini berjalan transparan dan akuntabel.
Tetap pantau dan nikmati informasi menarik setiap hari, selalu terupdate dan terpercaya, hanya di Biang Bencana.
- Gambar Utama dari fokusnusatenggara.com
- Gambar Kedua dari floresterkini.pikiran-rakyat.com

