Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan bahwa dua tersangka yang terlibat dalam insiden tenggelamnya pelatih sepak bola Valencia belum ditahan.
Proses penyidikan masih berjalan intensif untuk memastikan seluruh fakta dan bukti terkumpul secara lengkap. Polisi terus memeriksa saksi dan dokumen terkait keselamatan latihan, sambil memastikan prosedur hukum dijalankan transparan dan profesional.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Nusa Tenggara di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Nusa Tenggara Indonesia.
Polda NTT, 2 Tersangka Kasus Pelatih Valencia Belum Ditahan
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) memastikan bahwa dua tersangka yang terlibat dalam insiden tenggelamnya seorang pelatih sepak bola Valencia belum ditahan. Kasus ini masih dalam tahap penyidikan intensif untuk memastikan seluruh fakta dan bukti di lapangan terkumpul sebelum keputusan penahanan dilakukan.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Hermanus Leda, menjelaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka serta saksi yang mengetahui kejadian. “Proses penyidikan masih berjalan, kami ingin memastikan setiap langkah hukum dilakukan secara profesional dan transparan,” ujar Hermanus, Rabu (14/1/2026).
Polda NTT menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk menegakkan hukum secara tegas, meski belum ada penahanan yang dilakukan. Kepolisian juga memastikan bahwa kedua tersangka tidak akan melarikan diri karena pengawasan dilakukan secara ketat selama penyidikan berlangsung.
Jejak Peristiwa Tenggelamnya Pelatih Valencia
Insiden tragis ini terjadi beberapa minggu lalu saat pelatih Valencia, yang diketahui bernama Rudi Santoso, mengalami kecelakaan saat melakukan latihan di perairan pesisir Flores, NTT. Menurut keterangan saksi, Rudi mencoba mengajarkan teknik kebugaran air kepada pemain muda sebelum arus tiba-tiba meningkat.
Tim SAR dan aparat kepolisian langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan warga setempat. Rudi berhasil dievakuasi, namun mengalami luka serius dan membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit. “Kami sedang menelusuri penyebab pasti terjadinya kecelakaan dan peran tersangka dalam insiden ini,” kata Hermanus.
Penyidik Polda NTT juga memeriksa dokumen perizinan latihan dan keselamatan, termasuk kondisi peralatan dan prosedur pengawasan terhadap peserta. Hal ini untuk memastikan apakah ada kelalaian yang menyebabkan insiden tersebut, sekaligus menentukan pertanggungjawaban hukum bagi pihak yang terlibat.
Baca Juga: Hujan Deras Picu Banjir di Lombok Tengah, BPBD Ungkap Kondisi Terkini
Dugaan Peran Tersangka Dalam Kasus
Dua tersangka yang saat ini diperiksa diketahui memiliki hubungan dengan kegiatan pelatihan tersebut. Salah satunya bertugas sebagai koordinator lapangan, sementara yang lain bertanggung jawab atas penyediaan peralatan air. Dugaan awal menyebutkan adanya kelalaian dalam pengawasan peserta sehingga insiden dapat terjadi.
“Meski demikian, kami masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dan keterangan saksi lain sebelum mengambil keputusan terkait penahanan,” ujar Kabid Humas. Pihak kepolisian menekankan bahwa penahanan tidak serta-merta dilakukan karena fokus utama saat ini adalah memastikan fakta-fakta terungkap.
Keluarga korban dan masyarakat setempat berharap proses hukum berjalan cepat dan transparan. Polda NTT berjanji untuk memberikan update secara berkala kepada publik mengenai perkembangan kasus ini.
Tindakan Polda NTT dan Jalur Hukum
Polda NTT menegaskan bahwa proses hukum terhadap dua tersangka dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan. Penyidik telah mengumpulkan bukti fisik dan elektronik, termasuk rekaman CCTV, alat pelindung yang digunakan, dan laporan saksi mata. Semua ini menjadi dasar untuk menentukan apakah kelalaian atau unsur pidana terjadi.
Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan koordinasi dengan institusi olahraga setempat untuk memahami prosedur latihan dan standar keselamatan yang seharusnya diterapkan. Hal ini penting agar kasus serupa tidak terulang di masa depan, sekaligus memberikan pembelajaran bagi pengelola dan pelatih olahraga.
Hermanus menambahkan, masyarakat diminta untuk tetap menunggu informasi resmi dari kepolisian dan tidak menyebarkan kabar yang belum diverifikasi. Kepolisian menegaskan akan bertindak tegas terhadap pihak yang terbukti melanggar hukum.
Luangkan waktu anda untuk membaca informasi terbaru dan terviral lainya hanya ada di Nusa Tenggara Indonesia.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari detik.com

